KIRKA – Gerhana Bulan November 2022 kali ini akan terjadi pada 8 November 2022.
Hal itu disampaikan oleh Peneliti Pusat Riset Antariksa Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Andi Pangerang.
“Gerhana Bulan total itu berlangsung selama 1 jam 24 menit 58 detik dan durasi umbral (sebagian + total) selama 3 jam 39 menit 50 detik,” kata dia dalam keterangannya, Senin, 31 Oktober 2022.
Dia menjelaskan lebar gerhana Bulan total kali ini sebesar 1,3589 dengan jarak pusat umbra ke pusat Bulan sebesar 0,2570.
“Gerhana ini termasuk ke dalam gerhana ke-20 dari 72 gerhana dalam Seri Saros 136 (1680-2960),” ujar Andi.
Gerhana Bulan Total pada 8 November 2022 adalah fenomena astronomis ketika seluruh permukaan Bulan memasuki bayangan inti (umbra) Bumi.
“Hal ini disebabkan oleh konfigurasi antara Bulan, Bumi dan Matahari membentuk garis lurus,” jelas dia.
Selain itu, lanjut Andi, Bulan berada di dekat titik simpul orbit Bulan, yakni perpotongan antara ekliptika (bidang edar Bumi mengelilingi Matahari) dengan orbit Bulan.
Gerhana Bulan total pada 8 November 2022 terjadi ketika fase Bulan Purnama, akan tetapi, tidak semua fase Bulan Purnama dapat mengalami Gerhana Bulan.
Andi Pangerang mengatakan hal itu disebabkan orbit Bulan yang miring 5,1° terhadap ekliptika.
Dan waktu yang ditempuh Bulan untuk kembali ke simpul yang sama lebih pendek 2,2 hari dibandingkan dengan waktu yang ditempuh Bulan agar berkonfigurasi dengan Bumi dan Matahari dalam satu garis lurus.
“Sehingga, Bulan tidak selalu berada di bidang ekliptika ketika Purnama,” kata Andi.
Saat Bulan memasuki umbra, ujar dia, warna umbra cenderung hitam.
Seiring Bulan seluruhnya berada di dalam umbra, warna Bulan akan menjadi kemerahan.
Hal ini, jelas dia, dikarenakan oleh mekanisme Hamburan Rayleigh yang terjadi pada atmosfer Bumi.
“Hamburan Rayleigh yang terjadi ketika gerhana Bulan, sama seperti mekanisme ketika Matahari maupun Bulan tampak berwarna kemerahan saat berada di ufuk rendah dan langit yang mempunyai rona jingga ketika Matahari terbit maupun terbenam,” kata dia.
Gerhana Bulan November 2022 yang dapat teramati di Indonesia untuk satu dekade berikutnya.
Terjadi pada 8 September 2025; 3 Maret 2026; Malam Tahun Baru 2029; 21 Desember 2029; 25 April 2032; dan 18 Oktober 2032.






