Zulfan Lindan Dicopot Surya Paloh

Zulfan Lindan Dicopot Surya Paloh
Zulfan Lindan dalam sebuah acara diskusi politik Adu Perspektif di Total Politik. Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Total Politik

KIRKAZulfan Lindan dicopot Surya Paloh dari kepengurusan DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) pada Kamis, 13 Oktober 2022.

Dia dinonaktifkan sebagai Ketua DPP Partai NasDem Bidang Energi, SDA dan Lingkungan Hidup.

Melalui surat Nomor 228-SI/DPP-NasDem/X/2022, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menjatuhkan sanksi Peringatan Keras kepada kadernya tersebut.

“Menonaktifkan Saudara Zulfan Lindan dari Kepengurusan DPP Partai NasDem,” seperti dikutip dari surat Partai NasDem.

Baca Juga: 33 Janji Arinal-Nunik Bakal Kandas 

Surat itu diteken oleh Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G Plate.

Zulfan Lindan dinilai cenderung menurunkan citra partai lewat pernyataannya yang tidak produktif.

Sehingga, anggota DPR RI dari Dapil Aceh II ini dilarang memberikan pernyataan mengatasnamakan fungsionaris Partai NasDem.

“Dilarang memberikan atau membuat pernyataan di media massa dan media sosial atas nama fungsionaris Partai NasDem sampai waktu yang ditetapkan,” demikian petikan surat Partai NasDem.

Zulfan Lindan mengatakan surat pencopotan dirinya oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, salah alamat. 

“Karena saya sudah sejak dua tahun lalu bukan lagi sebagai pengurus DPP NasDem karena diangkat sebagai Wakil Komisaris Jasa Marga,” kata dia.

Zulfan tercatat sebagai Wakil Komisaris Utama atau Komisaris Independen PT Jasa Marga (Persero) Tbk, sejak tahun 2020.

Selanjutnya, dia mengaku tidak pernah berbicara mengatasnamakan pengurus partai, dan menegaskan dirinya punya hak bicara sebagai warga negara yang merdeka.

“Bagi saya, kebebasan adalah hak asasi manusia,” tutup dia.

Disinyalir Zulfan Lindan dicopot Surya Paloh setelah pernyataannya dalam sebuah diskusi politik.

Dia menyebutkan bahwa Anies Baswedan yang diusung partainya sebagai Capres RI 2024 merupakan antitesis Presiden Joko Widodo.

Hal itu dikemukakan dalam program diskusi Adu Perspektif oleh Total Politik yang disiarkan melalui kanal YouTube mereka.

Dia mengatakan bahwa NasDem memilih Anies Baswedan menjadi bakal calon presiden melalui kajian dengan pendekatan filsafat dialektika.

Dalam kajian itu, dia mengibaratkan Anies sebagai antitesis dari Jokowi. Sehingga akan melengkapi kinerja dari pada pemerintahaan saat ini.

“Ini sudah kita kaji dengan filsafat dialektika Hegel. Jokowi ini tesa, tesisnya, berfikir dan bekerja, tesisnya gitu,” ujar dia.

“Lalu kita cari antitesa, antitesa Jokowi ini ya Anies. Dia berfikir secara konseptualisasi dan dirumuskan dalam policy-policy. Dari tesis Jokowi dan antitesa Anies ini akan lebih dahsyat lagi pada 2029,” tutur Zulfan Lindan.