Swing Voters Bandar Lampung Didominasi Pemilih Pemula

Swing Voters Bandar Lampung Didominasi Pemilih Pemula
Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami, menjadi narasumber dalam Seminar dengan Tema “Mengenal Pemilu dan Peran Pemilih Pemuda dalam Pemilu Tahun 2024” yang diselenggarakan oleh Pengurus OSIS Ar-Raihan Islamic Science-Tech School, Kamis (11/8) lalu. Foto: KPU Lampung

KIRKA – Ketua Bawaslu Bandar Lampung, Candrawansah, menyebutkan Swing Voters Bandar Lampung didominasi pemilih pemula.

“Biasanya pemilih pemula itu Swing Voters, walaupun terkadang ada pemilih yang memang enggan untuk memilih,” kata dia saat ditemui di KPU Bandar Lampung, Jumat, 19 Agustus 2022.

Baca Juga: Rakata Institute Sebut Swing Voters di Bandar Lampung untuk Pilkada 2024 Tinggi 

Pemilih pemula dari generasi milenial merupakan pemilih rasional yang paling kritis dan sulit untuk diyakinkan karena mereka menggunakan akan hak suaranya dengan melihat sosok calon serta program kerja dan visi misi partai politik.

“Kepedulian masyarakat terhadap demokrasi menambah daya keinginan mereka untuk memilih calon tertentu,” ujar dia.

Candrawansah meminta KPU melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang banyak memiliki jumlah Swing Voters Bandar Lampung.

“Harus dipetakan daerah mana yang banyak pemilih golput, sehingga menjadi titik acuan bagi KPU dalam melakukan program sosialisasi pendidikan pemilih,” kata dia.

Candrawansah menuturkan angka partisipasi pemilih di Bandar Lampung, baik pada pilpres maupun pilkada, berada di kisaran angka 60-80 persen.

“Kita melihat dari partisipasi pemilih di Kota Bandar Lampung memang tidak begitu tinggi, tetapi juga tidak begitu rendah. Angka 60-80 persen tingkat partisipasi kan sudah lumayan besar,” ujar dia.

Tingkat Partisipasi Pemilih di Bandar Lampung

KPU mencatat pada Pilkada Bandar Lampung 2015 partisipasi masyarakat sebesar 66,8 persen.

Kemudian pada Pilkada Bandar Lampung 2020 partisipasi naik menjadi 69 persen. Kenaikan tersebut masih berada di bawah target nasional yang ditetapkan sebesar 75 persen.

Sementara partisipasi masyarakat pada Pilpres 2014 berada di angka 70,27 persen, dan melonjak pada Pilpres 2019 sebesar 88,61 persen.

Angka partisipasi masyarakat Bandar Lampung di Pilpres 2019 menjadi yang tertinggi se-Lampung.

Bawaslu Bandar Lampung mengajak peran serta partai politik untuk menggugah kesadaran diri masyarakat dari tingkat bawah. Pesta demokrasi tahun 2024 akan didominasi oleh pemilih pemula.

“Partai politik berperan memaksimalkan penyampaian visi dan misi yang menyentuh masyarakat. Ini yang sangat penting sehingga Swing Voters lambat laun akan berkurang,” tutup Candrawansah.

Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pemula Tugas Bersama

Sebelumnya anggota KPU Bandar Lampung Divisi Teknis, Fery Triatmojo, menyampaikan salah satu faktor tingginya angka Swing Voters Bandar Lampung disebabkan masih minimnya informasi tahapan pemilu dan pemilihan.

“Boleh jadi seseorang belum akan menggunakan hak pilihnya karena dia belum tahu. Faktor akses informasi itu yang utama,” ujar dia.

Baca Juga: Swing Voters Bandar Lampung Berpotensi Golput di Pilkada 2024 

Pernyataan senada disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Wiyadi.

“Kalau asumsi saya, mungkin masyarakat belum terlalu fokus untuk 2024. Masih banyak isu-isu di tengah masyarakat yang booming dan viral, sehingga masyarakat belum tertarik untuk melihat Pilpres, Pileg, maupun Pilkada 2024,” kata dia.

Apalagi, lanjut dia, beberapa waktu lalu sempat terjadi perdebatan nasional yang berujung aksi unjuk rasa besar-besaran terkait pelaksanaan Pemilu 2024 akan ditunda.

“Ini masyarakat kan masih bingung walaupun pemerintah sudah menyatakan siap melaksanakan pemilu di tahun 2024,” jelas Wiyadi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bandar Lampung ini mendorong partai politik untuk turut serta melakukan sosialisasi pendidikan pemilih guna menekan angka Swing Voters Bandar Lampung.

“Itu adalah tugas kita bersama. Tentunya partai politik akan mengerahkan kemampuannya untuk sosialisasi kepada masyarakat, bila perlu door to door. Tapi untuk saat ini kita masih menggunakan media sosial dan media elektronik lainnya,” ujar dia.