KIRKA – Gunung Anak Krakatau erupsi di awal Agustus 2022 ini, yang tercatat sebanyak tujuh kali dengan ketinggian kolom abu mencapai 500-2 Kilometer.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Berstatus Waspada
Usai terpantau mengalami erupsi pada dua pekan sebelumnya, Gunung Berapi Selat Sunda tersebut kembali terlihat aktivitasnya pada Selasa 2 Agustus kemarin hingga Rabu 3 Agustus 2022.
Berdasarkan data pantauan yang dikeluarkan oleh Magma Indonesia melalui situs webnya dengan alamat magma.esdm.go.id, GAK mengalami erupsi dengan rincian:
1. Pada Selasa 02 Agustus 2022, pukul 15.49 WIB erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 1500 m di atas puncak (± 1657 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 33 mm dan durasi 32 detik.
2. Pukul 18.35 WIB, tinggi kolom abu teramati 200 m di atas puncak (± 357 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 99 detik.
3. Pukul 19.06 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati 500 m di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi 95 detik.
4. Pukul 22.49 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 54 mm dan durasi 66 detik.
5. Pukul 23.19 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 300 m di atas puncak (± 457 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 41 mm dan durasi 45 detik.
6. Rabu 03 Agustus 2022, pukul 00.34 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 200 m di atas puncak (± 357 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 36 mm dan durasi 39 detik.
7. Pukul 01.15 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 500 m di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 52 detik.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Hari Ini Empat Kali
Kepada masyarakat, Magma Indonesia mengimbau agar tidak terlalu mendekati Gunung Anak Krakatau di atas radius 5 kilometer, sebab saat ini status Gunung dipastikan masih berada di level III atau Siaga.






