KIRKA – Indonesia vs China laga krusial paling ditunggu pada 5 Juni 2025. Tidak bisa terbayangkan jika Timnas Indonesia tumbang di kandang sendiri atas China.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir sosok yang disalahkan selain Patrick Kluivert sebagai pelatih atas hasil minor.
“Kekalahan semacam itu bukan sekadar soal skor, melainkan pukulan telak harga diri sepak bola nasional,” ujar Syaiful Amri, suporter Timnas Indonesia yang tergabung dalam Garupata, Minggu 25 Mei 2025.
“Dampaknya bisa ditebak. Suasana di Stadion Utama Gelora Bung Karno akan berubah dari sorakan kemarahan,” tandasnya.
Indonesia vs China di kualifikasi Piala Dunia 2026 merupakan skenario yang sulit ditebak dari sekian banyak rival.
Pertemuan kedua tim sering kali terjadi di ajang kualifikasi atau turnamen resmi Asia.
Kemenangan Indonesia terakhir atas China terjadi pada Kualifikasi Piala Dunia 1982 di Jakarta.
China Lebih Mendominasi
Dalam beberapa dekade terakhir, dominasi China terlihat jelas, terutama dalam hal skor besar dan penguasaan permainan.
Dampak Jika Terjadi Kekalahan
Seruan agar pelatih kepala Patrick Kluivert mundur kemungkinan akan menggema jika Indonesia vs China hasilnya minor.
Bahkan, sambung Syaiful Amri, kondisi ini akan menyeret Ketua Umum PSSI Erick Thohir ke pusaran tuntutan publik untuk turun dari jabatan.
Fenomena ini bukan hal baru dalam sepak bola Indonesia.
Dalam kemenangan, euforia merajalela; namun dalam kekalahan, amarah membara dan pencarian kambing hitam menjadi ritual wajib.
Sayangnya, lanjut Syaiful Amri, kritik dan desakan mundur kerap hanya berhenti pada individu.
Pembinaan Usia Dini Minim
Sulit rasanya, menyentuh akar persoalan mendasar seperti minimnya pembinaan usia dini.
“Akarnya sudah jelas, pembinaan usia dini yang bisa dikatakan nihil hingga kualitas Liga 1 Indonesia yang belum membaik,” terangnya.
Harus diakui, problem sepak bola Indonesia bukan semata siapa yang menjadi pelatih atau pejabat federasi.
Selama sistem tidak dibenahi, selama pembinaan hanya menjadi jargon.
“Maka kekalahan demi kekalahan akan terus berulang tak peduli siapa yang duduk di kursi panas,” ujar Syaiful Amri yang juga mantan wartawan olah raga itu.
Meski demikian, harapan belum pupus. Publik tentu tetap mendambakan hasil terbaik.
Dukungan untuk Garuda
Dukungan kepada Garuda tetap mengalir, doa terus dipanjatkan agar Timnas Indonesia mampu tampil penuh semangat.
“Meraih tiga poin penting saat menghadapi China. Itu harga mati, kalau kalah, semua berubah pahit,” tandasnya.
PSSI dan seluruh pemangku kepentingan berhenti mencari sosok yang dikorbankan.
“Niatnya saja, mau berubah tidak. Mau tidak membedah sistem yang selama ini hanya pandai menjanjikan, tapi jarang menepati,” tandas pengurus PWI Pusat itu.
Berikut adalah catatan pertemuan antara Timnas Indonesia vs China (Tiongkok) di semua ajang kompetisi resmi (termasuk Kualifikasi Piala Dunia, Piala Asia, Asian Games, dan laga persahabatan yang tercatat secara internasional).
Head to Head Indonesia vs China (Tiongkok)
(Data bersifat ringkasan historis, berdasarkan pertemuan resmi FIFA dan AFC)
- 4 Agustus 1951 Asian Games (New Delhi, India) China 3-0 Indonesia
- 25 September 1954 Asian Games (Manila, Filipina) Indonesia 4-2 China
- 21 Agustus 1975 Merdeka Tournament( Kuala Lumpur, Malaysia) China 3-0 Indonesia.
- 25 Oktober 1981 Kualifikasi Piala Dunia 1982 (Jakarta, Indonesia) Indonesia 1-0 China.
- 8 November 1981 Kualifikasi Piala Dunia 1982( Beijing, China) China 3-0 Indonesia12 Juli 1996 Friendly Match (Jakarta, Indonesia) Indonesia 0-1 China
- 7 Desember 2000 Piala Tiger (AFF Cup – Bangkok, Thailand) Indonesia 0-1 China.
- 14 Januari 2004 Piala Asia (Beijing, China) China 5-0 Indonesia
- 16 Oktober 2010 Friendly Match (Wuhan, China) China 1-0 Indonesia
- 15 Oktober 2013 Friendly Match (Beijing, China) China 1-1 Indonesia
- 9 Juni 2021 Kualifikasi Piala Dunia 2022 (Grup G) Dubai, UEA (netral) China 5-0 Indonesia.
- 15 Oktober 2024 Kualifikasi Piala Dunia 2026 (Qingdao China) China 2-1 Indonesia.






