KIRKA – Kepala BPN Kabupaten Banyuasin, Dhona Fiermansyah Lubis, S.ST., M.M., QRMP, menghadiri Festival Sang Purba (Sanggar Permainan Urang Banyuasin) pada Rabu, 13 Agustus 2025, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI.
Dhona Fiermansyah Lubis menyampaikan bahwa selain menggelar Festival Sang Purba, pihaknya juga melaksanakan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Kabupaten Banyuasin sebagai wujud semangat nasionalisme.
Panitia Festival Sang Purba menampilkan beragam permainan anak-anak tempo dulu untuk mencerminkan budaya yang mengajarkan persatuan, silaturahmi, serta kepedulian dalam merawat dan menjaga alam serta tanah leluhur.
Festival Sang Purba mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tidak hanya mengingat perjuangan bangsa, tetapi juga menumbuhkan kembali nilai-nilai positif di hati generasi baru.
Penyelenggara berharap gelaran tersebut membuat permainan tradisional tetap dikenal dan dilestarikan, meskipun perkembangan teknologi terus melaju pesat.
Dhona menegaskan bahwa Festival Sang Purba tidak hanya menjaga budaya lokal, tetapi juga sejalan dengan semangat kerja jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuasin yang berkomitmen menjaga tanah milik rakyat.
“Terlebih, tanah bukan sekadar hamparan bumi, melainkan wadah bagi cerita, identitas, kebanggaan, dan cita-cita bangsa, dulu, kini, dan nanti,” ujarnya.
Festival Sang Purba membawa filosofi kebangsaan yang sejalan dengan semangat kerja Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuasin.
“Maka kami memberikan apresiasi atas gelaran Festival Sang Purba karena memiliki ciri budaya lokal yang sarat makna dan manfaat luas,” lanjutnya.
Festival Sang Purba memaknai kemerdekaan sebagai ruang yang harus diisi dengan semangat ketertiban administrasi pertanahan.
“Termasuk mendukung kepastian hak rakyat atas tanahnya dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya,” tambah Dhona Fiermansyah Lubis.
Ia menegaskan bahwa delapan puluh tahun Indonesia merdeka bukan sekadar deret angka, melainkan perjalanan panjang yang dibangun di atas keringat para pendahulu.
“Semangat ini selaras dengan komitmen Kementerian ATR/BPN untuk memberikan pelayanan prima, memastikan kepastian hukum pertanahan, dan melindungi hak masyarakat,” jelasnya.
Di Kabupaten Banyuasin, pihaknya menanamkan janji tersebut dalam setiap sertifikat yang diterbitkan, setiap sengketa yang diselesaikan, dan setiap langkah yang diambil demi menjaga tanah tetap menjadi milik rakyat.
“Karena pada akhirnya, menjaga tanah berarti menjaga rumah besar bernama Indonesia,” tegas Dhona Fiermansyah Lubis.
Pada hari itu, di tengah sorak sorai permainan tradisional, Merah Putih berkibar bukan hanya di tiang bambu sebagai wahana permainan di tengah lapangan, tetapi juga di dada setiap orang yang hadir.
“Kemerdekaan, layaknya permainan rakyat, hanya bisa bertahan jika dimainkan bersama-sama. Itulah salah satu filosofi yang kita petik,” pungkas Dhona.
Asisten I Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Dr. Ir. Izro Maita, M.Si., beserta jajarannya turut menghadiri pembukaan Festival Sang Purba yang bertujuan melestarikan, membina, dan mengembangkan permainan tradisional serta budaya Banyuasin.






