Petani Hutan Binaan Walhi Lampung Terima SK Kemitraan Konservasi

Petani Hutan Binaan Walhi Lampung Terima SK Kemitraan Konservasi
Direktur Eksekutif Daerah Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, menyerahkan SK Kemitraan Konservasi kepada salah satu masyarakat petani hutan dari Gapoktanhut SHL PBL pada Kamis (23/6) di Padang Cermin, Pesawaran. Foto: Arsip Walhi Lampung

KIRKA – Masyarakat petani hutan binaan Walhi Lampung terima SK Kemitraan Konservasi pada Kamis, 23 Juni 2022, di Desa Padang Cermin, Kecamatan Padang Cermin, Pesawaran.

Baca Juga : Walhi Lampung Berbagi Bibit Pohon Gratis di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Sebanyak 7 dari 17 kelompok tani hutan (KTH) yang tergabung dalam Gapoktanhut Sistem Hutan Kerakyatan Pesawaran Bina Lestari (SHK PBL) menerima SK Kemitraan Konservasi dari Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah.

“Ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah bahwa masyarakat petani hutan dapat mengelola kawasan hutan dengan lestari,” ujar Yanyan.

Terbitnya Keputusan Menteri LHK tentang persetujuan kemitraan konservasi pada tujuh KTH di Tahura Wan Abdul Rachman merupakan bentuk hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat.

“Hal ini sejalan dengan salah satu janji gubernur, menyejahterakan masyarakat petani dengan kartu petani berjaya (KPB) pada sektor kehutanan,” kata dia.

Penerbitan SK Kemitraan Konservasi di Tahura Wan Abdul Rachman merupakan yang pertama di Lampung dan kawasan tahura region Sumatra.

Kepala Divisi Kampanye Eksekutif Walhi Nasional, Hadi Jatmiko, menyampaikan bahwa penyerahan izin Perhutanan Sosial merupakan salah satu hal yang harus diapresiasi.

“Penyerahan SK Perhutanan Sosial menjadi capaian pertama dari 4 poin dalam Sistem Wilayah Kelola Rakyat yaitu tata kuasa, tata kelola, tata produksi, dan tata konsumsi,” jelas Hadi.

Dari keempat poin tersebut, lanjut dia, tiga di antaranya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dijalankan.

“Untuk membuktikan bahwa pengelolaan hutan berbasis masyarakat menjadi lebih baik, masyarakat sejahtera, dan mampu menekan laju krisis iklim dan bencana ekologis,” kata Hadi.