Mencegah Hepatitis Akut Misterius pada Anak saat Sekolah Tatap Muka

Mencegah Hepatitis Akut Misterius
Vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak di Sekolah Pelita Bangsa, Kelurahan Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, pada 20 Desember 2021 lalu. Foto: Josua Napitupulu

KIRKAIkatan Dokter Indonesia Wilayah Provinsi Lampung mengimbau pemerintah daerah mencegah hepatitis akut misterius pada anak saat sekolah tatap muka.

“Pemerintah daerah perlu melakukan sosialisasi lewat Dinas Pendidikan atau Dinas Kesehatan,” kata Wakil Ketua IDI Lampung, dr Boy Zaghlul, ketika dihubungi pada Rabu, 4 Mei 2022.

Baca Juga : Pemerintah Kejar Target Herd Immunity Lewat Mudik Lebaran 

Dia meminta orangtua tidak perlu panik saat anak mengikuti sekolah tatap muka.

Menurut dr Boy, penularan hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak bisa dihindari dengan menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan.

Dia menjelaskan dari jenis penyakit Hepatitis A,B,C,D, E yang dikenal saat ini hanya Hepatitis A dan E yang bisa menular melalui konsumsi air dan makanan. Selebihnya menular lewat darah dan hubungan seksual.

“Salah satu supaya tidak tertular adalah jaga kebersihan peralatan makan termasuk jangan jajan sembarangan. Ini kan anak-anak yang kena, jadi dijaga jajannya di sekolah,” ujar dia.

Satuan pendidikan, baik guru dan kepala sekolah, diminta untuk memberikan perhatian dan pengawasan terhadap siswa.

Pemakaian alat makan bersama-sama harus dihindari untuk mencegah hepatitis akut misterius pada anak saat sekolah tatap muka.

“Air liur itu nempelnya di sendok, gelas, makanya harus bersih. Makanannya diawasi atau kalau makan, dibungkus, tidak makan di tempat. Di rumah juga orangtuanya diingatkan,” tutup dia.

Kasus hepatitis akut misterius pada anak terus meningkat dan menyebar ke berbagai negara seperti Inggris, Belgia, Spanyol, Amerika Serikat, Jepang, dan Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO secara resmi menyebutkan kasus penularan tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Terdapat lebih dari 170 kasus yang dilaporkan dari 12 negara.

Pada 27 April 2022 lalu, Pengurus Besar IDI telah menyampaikan imbauan terkait kasus hepatitis akut misterius pada anak melalui Surat Nomor: HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang tidak diketahui etiologinya.

Baca Juga : Polda Lampung Kejar Target 70% Vaksinasi Dosis 2 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga telah merilis gejala hepatitis akut misterius pada anak seperti penurunan kesadaran, demam tinggi, perubahan warna urin (gelap) dan/atau feses (pucat), kuning, gatal, pegal-pegal, mual, muntah atau nyeri perut, lesu dan/atau hilang nafsu makan, serta diare.