”Keponakannya. Saya tidak pernah bertanya lebih lanjut,” kata Karomani.
”Saya pengen jawaban pendek dulu! Kalau mau panjang, saya tanya panjang,” timpal JPU KPK.
”Andi siapa?” cecar JPU KPK. ”Andi Desfiandi,” jawab Karomani.
”Saya lebih dalam lagi dan lebih panjang lagi. Saudara kenal dengan saudara terdakwa Andi (Desfiandi)?” tanya JPU KPK.
”Kenal,” ujar Karomani.
JPU KPK yang tidak ingin namanya disebutkan dalam berita itu, kemudian bertanya sejak kapan Karomani kenal dengan terdakwa Andi Desfiandi.
Baca juga: Penyelidik KPK Cermati Aliran Korupsi Lampung Utara ke PAN
”Saya tidak bisa mengingat persis, tanggal, waktu, jamnya kenal dengan Andi. Makanya saya sebut dengan kira-kira, dan itu manusiawi,” ketus Karomani karena dia diingatkan JPU KPK untuk tidak memberikan jawaban yang disertai dengan perkiraan karena bagi JPU KPK konteks tanya jawab antara keduanya merupakan kepastian hukum.
”Sebelum saya belum jadi rektor, yang mulia,” kata Karomani menjawab pertanyaan majelis hakim yang menengahi perdebatan Karomani dengan JPU KPK.
Kepada JPU KPK, Karomani mengklaim bahwa perkenalan antara dirinya dengan Andi Desfiandi dilandasi pertemanan biasa saja.
Sebagaimana diketahui, Karomani merupakan lulusan S2 dan S3 dari Universitas Padjajaran. Karomani juga sempat berstatus sebagai Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Provinsi Lampung.
Adapun Andi Desfiandi mempunyai latar belakang sebagai Ketua Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama Lampung dan juga sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjajaran Lampung.
Keberadaan Zulkifli Hasan dalam perkara ini sebelumnya nyaris menyimpan misteri.






