Menu
Precision, Actual & Factual

Siapa Daniel Johan? Pria yang Disebut Chusnunia Chalim Soal Proses PILGUB Lampung di Sidang Korupsi Mustafa (Bagian III)

  • Bagikan
Momen dimana Daniel Johan (mengacungkan jempol) mengikuti perayaan Imlek di Kalimatan Barat. Foto: Istimewa

KIRKA.CO – Nama Daniel Johan tiga kali disebut-sebut oleh eks Bupati Lampung Timur (Lamtim) Chusnunia Chalim ketika Koordinator Wilayah PKB untuk Provinsi Lampung itu diperiksa sebagai saksi yang menerangkan sejumlah hal terkait proses Pilkada 2018; dukungan DPW PKB berikut DPP PKB terhadap Mustafa di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis lalu, 4 Maret 2021.

Diketahui, Chusnunia Chalim sebelumnya sudah 3 kali diperiksa penyidik KPK dalam hal yang berkaitan dengan penggunaan uang hasil suap dan gratifikasi oleh eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa.

Saat diperiksa bersama dengan Midi Iswanto, Khaidir Bujung dan Musa Zainudin, jaksa sebagai penuntut umum dari KPK bernama Taufiq Ibnugroho kerap melayangkan pertanyaan kepada Chusnunia Chalim alias Nunik yang berbau-bau tentang proses dukungan PKB di tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat kepada Mustafa.

Sebab, dari beberapa kesaksian yang muncul dari saksi bernama Paryono misalnya, menyebut bahwa ia telah menyerahkan uang senilai Rp 18 miliar kepada 2 orang kader DWP PKB Lampung bernama Midi Iswanto dan Khaidir Bujung.

Dalam kesaksian Midi Iswanto dan Khaidir Bujung, nominal uang tersebut merupakan komitmen yang disepakati pasca pertemuan Nunik dan Mustafa di salah satu kafe. Belakangan nama kafe tersebut diketahui adalah Wiseman Coffee House.

Pertemuan Nunik tidak hanya sampai di situ saja. Pasca pertemuan tadi, Nunik bahkan disebut telah mempertemukan Mustafa dengan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar di Jakarta.

Pertemuan-pertemuan tersebut tidak diingkari oleh Chusnunia Chalim dan Mustafa. Hanya saja, Nunik ingkar bahwa terdapat kesepatakan penyediaan dana tadi di balik pertemuan-pertemuan tersebut.

Dalam proses pemeriksaan di pengadilan, Nunik diminta mengonfirmasi ihwal proses dukungan PKB di Lampung kepada Mustafa. Sebab di satu sisi, DPW PKB Lampung diamininya telah mengeluarkan surat rekomendasi kepada DPP PKB agar mengeluarkan keputusan untuk mendukung Mustafa sebagai Calon Gubernur Lampung pada Pilkada 2018.

Nunik mengakui adanya penerbitan surat rekomendasi, yang mana jenis atau kategori surat tersebut tertera kalimat ‘Surat Permohonan Kebijakan Khusus’ kepada Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk mendukunga Mustafa dalam Pilkada 2018.

Pada konteks tersebut, Chusnunia Chalim menyebut nama Daniel Johan sebanyak tiga kali. Penyebutan nama Daniel Johan itu mencuat berdasarkan hasil kesaksian Nunik yang mencuat di ruang persidangan. Daniel Johan disebutnya sebagai sosok kader PKB di DPP yang disebutnya punya job desk urusan Pilkada.

Terkait ‘Surat Permohonan Kebijakan Khusus’ tadi, Daniel Johan disebutnya adalah sosok yang menolak, dan memberikan pernyataan bahwa PKB belum dapat memberikan jawaban atas surat tersebut sebab PKB masih melihat ada proses-proses lain yang sedang berjalan.

Daniel Johan bahkan adalah sosok yang menelponnya secara tiba-tiba pada malam hari di akhir Desember 2017, untuk berangkat ke Jakarta karena PKB akan mendeklarasikan dukungan ke Arinal Djunaidi sebagai calon Gubernur Lampung dan Nunik adalah wakilnya.

Di sisi lain, Arinal Djunaidi menurut Nunik adalah orang yang lebih dulu bertandang ke rumah dinas Bupati Lamtim di Sukadana sebelum Mustafa, untuk memohon doa dan dukungan agar PKB mendukung Arinal pada Pilkada.

Di kesempatan lain, ketika pertemuan antara ia dan Mustafa dengan Cak Imin berlangsung, Nunik menolak tawaran dari Cak Imin saat ditanya kesediaannya untuk maju atau ikut kontestasi Pemilu. Di ruang persidangan, Nunik mengaku dipaksa oleh Cak Imin untuk menjadi calon wakilnya Arinal Djunaidi.

Keterangan soal pemaksaan tersebut diamini oleh Musa Zainudin. Sebab eks Ketua DPW PKB Lampung tersebut turut pula mengetahui dan berdialog dengan Nunik ihwal alasan di balik pencalonannya itu. Kepada Musa, jawaban Nunik senada, bahwa ia dipaksa oleh Cak Imin.

Daniel Johan. Foto Istimewa

Penjelasan-penjelasan soal Daniel Johan ini menerangkan bahwa ia punya cukup kapasitas untuk menerima, menjawab surat hingga memberitahu deklarasi dukungan PKB kepada Arinal Djunaidi. Lantas, siapa Daniel Johan dan bagaimana profilnya?

Berikut rangkuman ihwal profil Daniel Johan berdasar riset yang dilakukan KIRKA.CO dari sumber informasi publik yang tidak dikecualikan.

Daniel Johan merupakan anggota DPR RI 2014-2019 dari PKB. Ia kembali dicalonkan PKB di pemilu 2019 dari daerah pemilihan Kalimantan Barat.

Daniel Johan bertugas di komisi IV. Wasekjen PKB ini tercatat sebagai Wakil Ketua komisi yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan tersebut.

Dilihat dari riwayat hidupnya, Daniel tercatat pernah memimpin sejumlah perusahaan sebelum menjadi anggota dewan. Ia diantaranya pernah menjadi Direktur Utama pada PT Harsco Nusantara pada 2005-2009 dan PT Surya Paramita Cemerlang tahun 2003-2005

Dari dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 1 Desember 2014, ia diketahui memiliki usaha perkebunan bernama PT Rinjani Hijau Makmur dengan luas lahan 100 Ha. Nilai jual perusahan tersebut tertulis senilai Rp 7,812 miliar.

KPU pada Februari 2019 merilis daftar caleg berstatus mantan napi korupsi. Dari 81 nama, terdapat dua nama caleg dari PKB yang berkait dengan persoalan korupsi. Mereka adalah Usman Effendi (caleg DPRD Kabupaten Pesawaran 2, nomor urut 8) dan EU K. Lenta (caleg DPRD Kabupaten Morowali Utara 1, nomor urut 9). Padahal, PKB menyatakan tidak mencalonkan mantan napi korupsi.

Wakil Sekjen PKB Daniel Johan menjelaskan bahwa pencalonan tersebut dikarenakan ketidaktahuan partainya terkait status dua caleg mantan napi korupsi.

Riwayat Politik

Pemilu Tahun 2014

Partai: PKB
Dapil: Kalimantan Barat
Perolehan Suara: 28.608 Jabatan di Partai: Wakil Sekretaris Jenderal
PEMILU TAHUN 2019
Partai: PKB
Dapil: Kalimantan Barat I
No. Urut: 1
Jabatan di DPR 2014-2019
Tahun dilantik: 2014
Komisi: Komisi IV

Daniel Johan punya nama lain, yakni Tjong Nyuk Hao. Tjong Nyuk Hao adalah generasi ke-4 sejak leluhurnya meninggalkan Moyan, Guangdong. Himbauan almarhum Jenderal Soeharto agar orang-orang Tionghoa memiliki nama Indonesia membuat Nyuk Hao memiliki identitas tambahan. Saat ini ia dikenal dengan nama Daniel Johan.

Ia adalah Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa sekaligus Direktur Institute of National Leadership and Public Policy (INLAPP). Ia juga menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi IV yang membidangi Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pangan Alat Kelengkapan Dewan : Badan Legislasi.

Daniel Johan dilahirkan di Jakarta, 10 April 1972. Ia tinggal di daerah Pekajon yang dikenal sebagai perkampungan Arab di masa kolonial Belanda. Seorang yang beragama Budha.

Riwayat Pendidikan

1. SD , SD N Tambora 03 Pagi. Tahun: 1980 – 1986
2. SMP , Triratna. Tahun: 1986 – 1989
3. SMA IPS, Triratna. Tahun: 1989 – 1992
4. DIPLOMA Akutansi, Universitas Tarumanegara. Tahun: 1992 – 1996
5. S1 Ekonomi – Akutansi, Universitas Tarumanegara. Tahun: 1996 – 1999

Riwayat Pekerjaan lengkap berdasar web resmi DPR RI.

1) DPR RI, Sebagai: Anggota. Tahun: 2019 – 2024
2) DPR RI, Sebagai: Anggota. Tahun: 2014 – 2019
3) Kementerian PDT, Sebagai: Staf Khusus. Tahun: 2009 – 2014
4) PT. Harsco Nusantara, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 2005 – 2009
5) PT. Konas Pratama, Sebagai: Direktur Operasional. Tahun: 2003 – 2005
6) PT. Surya Paramita Cemerlang, Sebagai: Direktur Operasional . Tahun: 2003 – 2005
7) KAP Wisnu, Sebagai: Auditor. Tahun: 1996 – 1998
8) CV. Cornelia Jaya, Sebagai: Direksi. Tahun: 1994 – 2009
9) Institute of National Leadershipand Public Policuy (INLAPP), Sebagai: Pendiri dan anggota.

Riwayat Organisasi

1) DPP PKB, Sebagai: Ketua Bidang SDA dan Energi. Tahun: 2019 – skrg
2) Desk Pilkada DPP PKB, Sebagai: Ketua. Tahun: 2018 – 2019
3) DPP PKB, Sebagai: Wakil Sekjen. Tahun: 2007 – 2019
4) Prokader, Sebagai: Pendiri & Dewan Pengurus. Tahun: 2006 – skrg
5) PP Hikmahbudhi, Sebagai: Penasehat. Tahun: 2000 – skrg
6) Institut Nagarjuna, Sebagai: Penasehat. Tahun: 2000 – skrg
7) National Institute for Demockracy & Peace, Sebagai: Pendiri & Anggota Dewan Dir. Tahun: 1999 – skrg
8) Yayasan Pencerahan, Sebagai: Pendiri & Direktur. Tahun: 1999 – skrg
9) FKPI, Sebagai: Pendiri. Tahun: 1998 – skrg
10) PP Hikmah Budhi, Sebagai: Sekjen. Tahun: 1995 – 1998
11) INEB, Sebagai: Anggota Komite. Tahun: 1995 –
12) Majalah Putra, Sebagai: Pendiri & Editor. Tahun: 1989 –

Riwayat Pergerakan

1) TIM Kampanye Nasional Jokowi – Makruf Amin – Wakil Direktur Kampanye TKN. Tahun: 2019 –
2) TIM Kampanye Nasional Jokowi – JK – Jubir TKN. Tahun: 2014 –
3) GPS DKI Jakarta (Gerakan Pro Sby) – Ketua Umum. Tahun: 2009 –
4) Pengurus Pusat Laskar – 13 – Sekretaris Jenderal. Tahun: 2008 – skrg
5) Indonesia Interfaith Youth – Gemari – Pendiri & Anggota. Tahun: 1999 –
6) Forum Kebangsaan Pemuda Indo – FKPI – Pendiri & Anggota. Tahun: 1998 –
7) The Alternative to Consumerism – Anggota Aktif. Tahun: 1997 –
8) International Network of engaged Buddhis – Anggota Sktif (INEB). Tahun: 1995 – skrg
9) Majalah Hikmah Budhi – Pemimpin Umum& Redaktur Senior. Tahun: 1995 – skrg

Riwayat Penghargaan

1) Teropong Parlemen Award, Dari: Tahun: 2019
2) Anugerah Kehormatan Adat, Dari: Kesultanan Sintang, Tahun: 2018
3) Anugerah Bintang Kekerabatan, Dari: Kesultanan Sambas, Tahun: 2018
4) Anugerah Gelar Kehormatan, Dari: Kerajaan Amantubillah Mempawah, Tahun: 2018

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan