Menu
Precision, Actual & Factual

Respons Publik Saat Hakim PN Tipikor Tanjungkarang Perintahkan KPK Panggil Purwati Lee Dkk

  • Bagikan
Suasana ruang sidang saat pembacaan ketetapan majelis hakim perintahkan JPU KPK untuk hadirkan Purwati Lee. Foto Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Pembacaan surat penetapan yang berisi permintaan kepada KPK untuk menghadirkan Vice President PT SGC Purwati Lee ke ruang sidang, menuai beragam respons.

Diketahui, pembacaan surat penetapan tersebut berlangsung di PN Tipikor Tanjungkarang Kamis, 20 Mei 2021. Di tempat tersebut, perkara suap dan gratifikasi yang didakwakan kepada Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021 Mustafa, sedang berlangsung.

Purwati Lee berikut dengan Bupati Lampung Timur periode 2016-2021 Chusnunia Chalim; Midi Iswanto; Khaidir Bujung; dan Slamet Anwar, diminta oleh hakim berdasarkan hasil musyawarah agar dihadirkan JPU KPK ke ruang persidangan.

Permintaan dari hakim itu bukan ujug-ujug terjadi. Hakim lewat keputusan Ketua PN Tanjungkarang Timur Pradoko sepakat merumuskan surat penetapan berdasarkan permintaan pengacara Mustafa, yakni Muhammad Yunus.

Hakim mendalilkan penerbitan surat penetapan itu didasari permintaan Yunus yang sudah 3 kali meminta penghadiran Chusnunia Chalim. Hanya saja, hakim sepakat kemudian untuk turut menghadirkan Purwati Lee.

Alhasil, salah seorang saksi yang meringankan yang pernah dihadirkan ke ruang sidang memberi komentar atas surat penetapan yang dibacakan hakim tersebut. Komentar ini datang dari Vonny Reynata.

Saat bersaksi, Vonny memang berharap agar hal-hal yang dianggapnya belum logis dalam penyampaian keterangan terkait uang Rp 1.150.000.000 diduga mengalir kepada Chusnunia Chalim, agaknya perlu diperjelas.

Pendapat itu ia sampaikan kepada majelis hakim dan berharap agar keadilan dapat ditegakkan dari proses penanganan perkara yang menjerat Mustafa.

”Tentu sangat mengapresiasi pemikiran majelis hakim, bahwa keadilan memang harus dicari sampai ke lubang semut sekalipun.Bahwa saya melihat majelis hakim mencoba melihat konteks kasus itu terjadi dengan segala fakta yang sudah terbeberkan di muka persidangan yang terhormat.

Dan ketika ada ketidaksesuaian fakta antar saksi saya pikir sidang yang terhormat harus memastikan mana kebenaran yang sesungguhnya. Bahwa kebenaran bukanlah zat yang direka-reka atau disimpulkan sendiri oleh masing-masing pihak, tapi harus tervalidasi dengan terang benderang,” ujar Vonny dalam keterangan tertulisnya kepada KIRKA.CO, Kamis sore.

Tiga orang yang ditemui KIRKA.CO di seputaran lingkungan PN Tanjungkarang mengatakan senang dan lega atas penetapan yang dibacakan hakim untuk penghadiran Purwati Lee. Secara ringkas, mereka mengaku penasaran terhadap sosok Purwati Lee yang selalu disuguhkan sebagai sosok yang berpengaruh atas kontestasi Pilgub Lampung 2018.

Diketahui, keberadaan Purwati Lee dalam perkara Mustafa ini sesungguhnya berkaitan dengan proses Pilgub Lampung 2018. Mustafa diketahui telah memberikan mahar politik kepada PKB pasca membuat kesepakatan dengan Chusnunia Chalim.

Uang senilai Rp 18 miliar telah diberikan Mustafa hanya saja dukungan PKB tidak jatuh kepadanya. Sebab beberapa saksi menyebut, ada dugaan keterlibatan Purwati Lee.

Diketahui lagi, uang yang diberikan Mustafa tersebut ternyata masih bagian dari uang yang ia terima dari hasil penerimaan suap dan gratifikasi.

Sejak di tingkat penyidikan, KPK memang telah memeriksa Chusnunia Chalim karena diduga memiliki pengetahuan terkait uang mahar politik dari Mustafa.

  • Bagikan