Menu
Precision, Actual & Factual

JPU KPK Diminta Panggil Purwati Lee, Yusdianto: Nilai A Untuk Majelis Hakim PN Tipikor Tanjungkarang

  • Bagikan
Akademisi Unila Yusdianto. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Akademisi Unila Yusdianto memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas adanya surat penetapan dari majelis hakim yang menyidangkan perkara korupsi Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021.

Surat penetapan itu diketahui berisi permohonan kepada JPU KPK untuk menghadirkan 5 orang untuk diperiksa di ruang persidangan. Mereka yang dipanggil adalah Chusnunia Chalim; Midi Iswanto; Khaidir Bujung; Slamet Anwar; dan Vice President PT SGC Purwati Lee.

”Atas penetapan yang dibacakan oleh hakim berdasarkan hasil musyawarahnya, saya beri apresiasi yang setinggi-tingginya. Dua jempol untuk majelis hakim plus nilai A,” ungkap Yusdianto saat dihubungi KIRKA.CO, Kamis, 20 Mei 2021.

Menurut dia, hakim telah mengambil sikap yang progresif dalam membuat terang persoalan yang ada di dalam perkara Mustafa. Hakim baginya telah merawat kewarasan publik tentang keadilan yang universal. Artinya, kedudukan semua orang memang sama rata di hadapan hukum,” ujar Yusdianto.

Surat penetapan tersebut, sambung Yusdianto, tak luput dari andil Ketua PN Tanjungkarang Timur Pradoko. Bagi Yusdianto, apa yang telah diputuskan tersebut minimal menjadi catatan sejarah yang baik untuk masyarakat di kemudian hari.

“Jadi gini, ini jadi catatan sejarah. Bahwa hakim memang benar telah merespons apa yang menjadi harapan publik secara luas. Tentu siapapun akan mengingat peristiwa ini. Karena memang, sudah banyak respons dari publik tentang duduk soal perkara ini. Khususnya ya, tentang mahar politik dan money politic di Lampung,” imbuhnya.

”Saya juga berharap agar pihak-pihak yang turut menyuarakan keadilan misalnya seperti mantan pimpinan KPK Saut Situmorang dan Boyamin MAKI, harusnya turut ambil bagian kembali. Ini momentum bagi kita semua, agar ke depan, proses demokrasi yang kita idamkan berjalan dengan baik tanpa adanya intervensi katakanlah dari investor atau koorporasi,” timpalnya.

  • Bagikan