Menu
Precision, Actual & Factual

(Bagian I) Menguji Data Jaksa KPK Taufiq Ibnugroho, yang Sebut Chusnunia Chalim Modali Pelarian Mutakin

  • Bagikan
Jaksa penuntut umum dari KPK Taufiq Ibnugroho memegang buku pink berisi catatan penggunaan uang Rp 18 hasil suap dan gratifikasi yang dikumpulkan Mustafa dan diserahkan ke utusan Chusnunia Chalim, yakni Midi Iswanto dan Khaidir Bujung. Foto: Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Jaksa sebagai penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bernama Taufiq Ibnugroho pada Kamis lalu, 4 Maret 2021 melakukan tanya jawab dengan eks Anggota Komisi V DPR RI Musa Zainudin di PN Tipikor Tanjungkarang.

Dialog keduanya menyoal tentang penggunaan uang Rp 18 miliar hasil ijon proyek atau hasil suap dan gratifikasi yang dikucurkan oleh eks Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Uang itu adalah komitmen yang harus dipenuhi Mustafa pasca bertemu dengan eks Bupati Lampung Timur dan Wasekjen DPP PKB Chusnunia Chalim alias Nunik di Wiseman Coffee.

Tujuan pemberian uang itu dilakukan Mustafa tak lain dan tak bukan, agar PKB mendukung pencalonan Mustafa pada Pilkada 2018 lalu. Awalnya kesepakatan di antara keduanya senilai Rp 30 miliar.

Musa Zainudin diperiksa sebagai saksi dalam perkara suap dan gratifikasi untuk Mustafa selaku terdakwa. Selain saksi bernama Musa. Chusnunia Chalim juga turut diperiksa.

Kemudian Khaidir Bujung dan Midi Iswanto –dua orang utusan Nunik yang bertugas berkomunikasi dan menerima uang dari Mustafa.

Midi Iswanto yang dulunya kader DPW PKB Lampung mengatakan bahwa dari Rp 18 miliar uang Mustafa itu, sekitar Rp 3 miliar lebih telah dipakai untuk keperluan perkara Musa Zainudin –kala Musa ditetapkan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK.

Secara sederhana, uang hasil korupsi di dalam perkara Mustafa ini berkaitan dengan perkara Musa: uang tersebut digunakan Musa pasca diterima Midi dan Khaidir.

Obrolan Taufiq dengan Musa berkaitan dengan uang senilai Rp 1 miliar yang diberikan atau diperuntukkan bagi Mutakin.

Secara profil. Mutakin adalah staf atau semacam tangan kanan Musa. Mutakin merupakan Saksi kunci yang kemudian menguatkan sangkaan KPK, bahwa Musa layak ditetapkan sebagai Tersangka karena menerima suap Rp 7 miliar. Mutakin adalah perantara atau sebagai penerima uang Rp 7 miliar tersebut.

Dalam penjelasan Midi pada buku bersampul pink, uang Rp 1 miliar ke Mutakin tercatat dan disebut digunakan untuk membantu Mutakin yang belakangan tengah kesulitan pasca menikah.

Pada konteks penggunaan uang ke Mutakin tersebut, Taufiq Ibnugroho meminta jawaban yang jujur dari Musa.

Pada akhirnya Musa tetap berkelit kendati Taufiq mengatakan bahwa persoalan Mutakin tersebut telah jelas dan terang terbuka ketika perkara Musa diuji di PN Tipikor Jakarta Pusat. Dan menariknya lagi, jaksa yang menyidangkan berkas Musa adalah Taufiq Ibnugroho.

Berikut transkrip dialog antara Taufiq Ibnugroho dengan Musa Zainudin:

Taufiq: Terkait dengan keterangan saudara tadi, menyebut Mutakin menerima Rp 1 miliar. Saya tanya sekali lagi kepada Saudara. Bener itu Mutakin saudara beri Rp 1 miliar karena membutuhkan uang setelah menikah? Ingat, kita sudah pernah sidang dulu ya.

Musa: Gimana?

Taufiq: Bener nggak nih keterangan Saudara? Mutakin saudara beri Rp 1 miliar karena membutuhkan uang setelah menikah? Saudara jangan mengelak lagi. Sekarang jawab yang jujur.

Musa: Iya.

Taufiq: Hahahaha. Mutakin itu saudara berikan uang setelah menikah atau saudara minta Mutakin untuk mencabut keterangannya bahwa Dia telah menerima uang Rp 7 miliar untuk Saudara?

Musa: Saya tidak pernah meminta. Tapi justru Mutakin yang menawarkan.

Taufiq: Saudara ini sudah menjalani keputusan hukum berkekuatan tetap. Saudara memerintahkan Mutakin untuk pergi dan mencabut keterangannya bahwa menerima uang Rp 7 miliar untuk Saudara dari Jaelani.

Itu dulu sudah diulas di persidangan dan sudah berkekuatan hukum tetap. Sudah clear. Saudara sudah tidak bisa mengelak lagi. Jadi jangan mengarang-ngarang.

Saya ingatkan kepada Saudara! Jangan mengarang-ngarang dalam persidangan ini. Karena ada konsekuensi hukum kalau saudara coba-coba untuk membuat keterangan palsu. Yang ada, malah ada lagi nanti pasal kepada saudara. Ya… Saudara jangan coba-coba lagi.

Bahkan terhadap Mutakin ini ya. Ini perlu Saya jelaskan kepada Saudara ya. Apakah pernah Saudara bertemu dengan Mutakin, kemudian Khaidir Bujung, kemudian Midi bahkan ada Chusnunia Chalim di Rumah Sakit MMC?

Musa: Mutakin yang mau ketemu dengan Saya.

Taufiq: Iya. Ketemu di MMC. Betul ya. Apakah waktu ketemu di MMC itu, kemudian Bu Chusnunia lah yang memberi uang kepada Mutakin? Untuk pergi?

Musa: Saya nggak tahu.

Taufiq: Ha? Kan ada Saudara di situ? Kok takut saudara menceritakan? Bu Chusnunia memberikan uang kepada Mutakin Rp 10 juta untuk pergi, ”jauh… jauh… sampai Aceh sana”.

Musa: Ya Saya nggak tahu. Nggak dilaporkan ke Saya.

Taufiq: Ya udah oke. Nggak usah Saya perpanjang lagi ya.

Musa: Chusnunia-nya juga nggak cerita. Terus Mutakin juga nggak cerita.

Taufiq: Oke…Oke… Tidak usah diperpanjang lagi.

Ricardo Hutabarat

Catatan : Bersambung ke Bagian II

  • Bagikan