Menu
Precision, Actual & Factual

Buku Pink Midi Iswanto yang Seret Chusnunia Chalim, Ela Siti Nurmayah hingga Tio Aliansyah

  • Bagikan
Buku bersampul pink milik Midi Iswanto yang diberikannya untuk disita KPK. Di dalam buku itu, Midi mencatat penggunaan uang hasil suap dan gratifikasi Mustafa. Diketahui uang itu dipegang Midi karena ia adalah utusan Chusnunia Chalim usai Chusnunia dan Mustafa berdialog di Wiseman Coffee tentang mahar PKB yang harus dibayar Mustafa bila ingin didukung PKB dalam Pilkada 2018. Foto: Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Menurut kesaksian Midi Iswanto (anggota DPRD Lampung dari Fraksi Partai Demokrat) di PN Tipikor Tanjungkarang, uang senilai Rp 18 hasil suap dan gratifikasi yang dikumpulkan Terdakwa Mustafa (eks Bupati Lamteng) untuk keperluan rekomendasi DPP PKB tidak dapat dikembalikan utuh.

Midi Iswanto yang merupakan utusan eks Bupati Lamtim atau Wasekjen DPP PKB Chusnunia Chalim itu mengatakan bahwa hanya Rp 14 M yang dikembalikan ke Mustafa.

Selebihnya menurut Midi sudah dipakai. Total uang yang dipakai ialah Rp 3.735.000.000. Midi bahkan telah menguraikan perihal penggunaan uang itu, hingga siapa saja yang menggunakannya. Penjelasan ihwal itu bahkan telah dituangkan Midi di dalam buku berwarna pink dan buku itu telah disita KPK.

Midi Iswanto bersaksi untuk perkara Mustafa pada Kamis lalu, 4 Maret 2021. Buku pink itu pun dipamerkan Jaksa sebagai penuntut umum dari KPK bernama Taufiq Ibnugroho. Selain dipamerkan, isi dari buku itu pun sudah dibacakan.

Berikut sosok orang yang disebut Midi telah kebagian dan menggunakan uang hasil korupsi tersebut. Nama daripada sosok itu Kirka.co terakan di dalam produk jurnalistik ini berdasarkan hasil rekaman visual di ruang sidang yang dinyatakan terbuka untuk umum.

Nama-nama ini seyogyanya dibacakan Taufiq Ibnugroho berdasarkan BAP nomor 10 milik Midi sembari mengatakan untuk mempersingkat proses persidangan. Sebab Midi Iswanto mengaku telah lupa isi buku miliknya dan meminta agar jaksa membacakannya.

1. Uang sebesar Rp 50 juta untuk Sekretaris DPW PKB Lampung Okta Rijaya.
2. Uang sebesar Rp 25 juta untuk Bendahara DPW PKB Lampung M Efendi.
3. Uang sebesar Rp 25 juta Ketua Dewan Syuro PKB (nama tidak terdengar jelas).
4. Uang sebesar Rp 150 juta untuk Chusnunia Chalim.
5. Uang sebesar Rp 1 M untuk Chusnunia Chalim.
6. Uang sebesar Rp 1 M untuk Mutakin.
7. Uang sebesar Rp 50 juta untuk biaya pembayaran Saksi ahli Prof Eddy Rifai.
8. Uang sebesar Rp 400 juta Haryo Wibowo sebagai biaya pembayaran jasa Pengacara Musa Zainudin.
9. Uang sebesar Rp 250 juta untuk Bambang Hartono sebagai biaya pembayaran jasa Pengacara Musa Zainudin.
10. Uang sebesar Rp 50 juta untuk biaya pembayaran biaya Saksi Ahli Prof Akhyatul Salmi.
11. Uang sebesar Rp 70 juta untuk Saksi Ahli Prof Muzakir.
12. Uang sebesar Rp 75 juta untuk para Ketua Dewan Syuro DPC PKB ada 15 orang.
13. Uang sebesar Rp 325 juta untuk Ketua DPC PKB Lampung sebanyak 13 orang.
14. Uang sebesar Rp 35 juta untuk biaya pembayaran transkrip video dan media pada persidangan Tersangka Musa Zainudin.
15. Uang sebesar Rp 180 juta biaya pembayaran angsuran mobil Musa Zainudin dan Chusnunia Chalim yaitu mobil merk Toyota dan Pajero.
16. Uang sebesar Rp 50 juta untuk dana operasional Tio Aliansyah, Khaidir Bujung dan Pengacara Musa Zainudin.

Menurut Midi, peruntukan uang Rp 1 M kepada Chusnunia Chalim adalah untuk Ela Siti Nurmayah. Itu disebut Midi merupakan perintah dari Chusnunia Chalim. Chusnunia Chalim membantah keterangan Midi Iswanto.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan