Menu
Precision, Actual & Factual

Cerita Lengkap Mengapa Hakim Perintahkan JPU KPK Memanggil Vice President PT SGC Purwati Lee

  • Bagikan
Hakim Ketua Efiyanto D saat membacakan surat penetapan pemanggilan Vice President PT SGC Purwati Lee. Foto: Istimewa

KIRKA.CO – Sesuai dengan jadwalnya, agenda persidangan atas perkara suap dan gratifikasi yang didakwakan kepada Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021 Mustafa dihelat di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 20 Mei 2021.

Agenda ini dimulai kembali setelah melewati 2 minggu. Sidang terakhir berjalan pada Kamis, 29 April 2021. Pada hari itu, Muhammad Yunus selaku pengacara Mustafa memohon kepada majelis hakim untuk berkenan mengagendakan proses pemeriksaan saksi ulang dengan metode konfrontir.

Atas permintaan itu, majelis hakim masih menimbang pernyataan tersebut. Belum ada jawaban dari majelis hakim maupun JPU KPK saat itu.

Kepada KIRKA.CO, Yunus berjanji akan bertanya kepada majelis hakim tentang permohonannya tersebut. Seyogyanya, materi agenda sidang untuk perkara ini telah memasuki tahap pemeriksaan terdakwa. Kamis, kemarin, agenda pemeriksaan saksi-saksi telah selesai.

Sesaat majelis hakim duduk dan menyatakan sidang dimulai dan terbuka untuk umum, Yunus mengajukan pertanyaan kepada majelis hakim tentang hasil dari permohonannya di awal.

Hakim kemudian memastikan kepada Yunus, hal yang menjadi catatan adalah permohonan konfrontir tersebut hanya diajukan secara lisan bukan tertulis.

Setelahnya, hakim bertanya ulang kepada Yunus: jika benar ingin diulas tentang aliran uang mahar politik Mustafa, apakah Yunus ingin juga memohon penghadiran ulang saksi Midi Iswanto dan Khaidir Bujung?

Yunus pun menerima pendapat hakim tersebut dan mengiyakan. Setelah mengiyakan, hakim kemudian bertanya apakah pengacara tidak turut mengajukan penghadiran Vice President PT SGC Purwati Lee ke ruang sidang.

Mendapat pertanyaan itu, sekilas Yunus kaget dan harus terlebih dulu berdiskusi dengan timnya. Akhirnya Yunus menyatakan bahwa, pihaknya tetap pada permohonan penghadiran 4 orang saja. Tidak termasuk kepada Purwati Lee.

JPU KPK Taufiq Ibnugroho dimintai tanggapannya terkait permohonan Yunus. Dalam pendapatnya, JPU KPK berseberangan dengan Yunus. Sebab, 4 orang saksi tersebut tidak berkaitan dengan materi dakwaan.

Kendati demikian, JPU KPK tetap menghormati bila kemudian ada perintah hakim tentang pemanggilan 4 orang saksi tadi. Taufiq memohon agar majelis hakim juga mengeluarkan surat penetapan agar menjadi dalil bagi JPU untuk melaksanakan perintah hakim.

Hakim pun sepakat untuk menerbitkan surat penetapan dan menyatakan sidang ditunda sementara karena harus menerbitkan surat penetapan. Hakim kemudian sepakat bila 4 orang saksi tadi dihadirkan. Dalil hakim sesuai dengan yang diaur dalam hukum acara.

Tak lama dari situ, Yunus kepada KIRKA.CO menyatakan kegugupannya atas pertanyaan hakim tentang nama Purwati Lee tadi. Menurut dia, memang nama tersebut kerap disebut-sebut dalam persidangan. Tapi ia tidak menyangka akan ada pernyataan demikian dari majelis hakim.

Persidangan tak berapa lama kembali dibuka oleh majelis hakim. Hakim Ketua yang memimpin jalannya sidang tersebut kemudian membacakan surat penetapan yang juga berangkat berdasarkan andil Ketua PN Tanjungkarang Timur Pradoko.

Efiyanto D membacakan surat tersebut berikut dalil hukumnya. Hanya saja, isi surat penetapan tersebut tidak hanya memuat pemanggilan 4 orang saja. Melainkan 5 orang. 1 nama yang tertuang dalam surat tersebut adalah Purwati Lee.

Atas penetapan tersebut, JPU KPK menyatakan kesiapannya melaksanakan perintah hakim dengan meminta waktu 1 minggu.

Yunus kemudian menyatakan apresiasi yang tinggi atas isi surat penetapan hakim tersebut. Sehingganya kemudian, ia dan timnya akan bertanggungjawab penuh dalam agenda persidangan berikutnya.

Menurut dia, beragam strategi akan disiapkan termasuk mengulas tentang kedekatan sosok Siti Ela Nuryamah, Ahmad Basuki, dan Chusnunia Chalim berikut dengan profil Daniel Johan.

Yunus mengaku lupa untuk turut mengajukan permohonan pemanggilan Siti Ela Nuryamah. Sebab, sosok ini ia yakini turut mengetahui penerimaan uang Rp 1 miliar yang berkaitan juga dengan Ahmad Basuki.

Asal muasal aliran uang Rp 1 miliar yang belakangan menurut kesaksian Midi Iswanto dan supirnya, disebutnya memang diduga turut melibatkan Siti Ela Nuryamah dan Ahmad Basuki.

Uang itu diketahui diperuntukkan bagi Chusnunia Chalim. Dan juga bersumber dari mahar politik Mustafa kepada PKB.

“Iya tadi saya lupa untuk mengajukan nama itu. Tapi nanti akan coba kita buat strategi untuk menanyakan tentang nama itu kepada saksi-saksi,” ujar Yunus.

  • Bagikan