Menu
Precision, Actual & Factual

KPK Diyakini Akan Buka Penyelidikan Seputar Mahar Politik Pilgub Lampung 2018

  • Bagikan
Praktisi Hukum Sukriadi Siregar. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Praktisi Hukum meyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat mungkin sedang melakukan penyelidikan terkait aliran-aliran uang atau yang berkenaan dengan mahar politik ketika kontestasi Pilgub Lampung 2018 berjalan.

“Saya yakin, dan itu sangat mungkin untuk dilakukan KPK kalau melihat proses sidang kemarin,” ujar Sukriadi Siregar kepada KIRKA.CO, Minggu pagi, 9 Mei 2021.

Proses sidang yang dimaksud ini berkaitan dengan persidangan atas dakwaan suap dan gratifikasi terhadap eks Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Dalam perjalanan sidangnya, KPK menunaikan tugasnya untuk menggali informasi tentang hal yang terkait mahar politik selama Pilgub Lampung 2018 berlangsung.

Penggalian informasi itu linier dengan materi penyidikan yang disampaikan KPK ketika Mustafa dijadikan tersangka pada 30 Januari 2019 silam.

Saat itu, KPK memeriksa eks Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim dan eks Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo.

Pemeriksaan kedua itu berkenaan dengan kapasitas Chusnunia Chalim sebagai Wasekjen DPP PKB dan Sri Widodo sebagai eks Ketua DPD Hanura Lampung.

Dari keduanya, penyidik menggali informasi tentang aliran uang yang diterima dari Mustafa.

Ketika kasus ini disidangkan, muncul penyebutan nama Vice President PT SGC Purwati Lee dan Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar hingga Arinal Djunaidi.

Melihat gambaran persidangan ini, Sukriadi menyampaikan alasan logis di balik keyakinannya tentang KPK dan penyelidikan terkait hal tersebut.

“Kan bisa dimulai dari kecurigaan kenapa misalnya satu satu koorporasi punya niat untuk memberikan mahar. Misalnya begitu. Kemudian dimaksudkan untuk tujuan apa pemberian itu, dari mana asal pemberian itu,” ungkap Sukriadi Siregar.

“Maka saya sangat yakin dan sangat mungkin KPK nantinya membuka penyelidikan terkait itu semua. Kita harus percaya dan optimis. Ini hanya masalah waktu saja,” tambahnya.

Kecurigaan yang disampaikan ini sesungguhnya tak jauh berbeda dengan penyampaian Koordinator MAKI Boyamin Saiman.

Saat berkunjung ke PN Tipikor Tanjungkarang beberapa minggu lalu, Boyamin Saiman menyatakan kecurigaannya dengan menyebut: ada hubungan perekonomian apa antara PT SGC memberikan dukungan hingga puluhan miliar ke calon kepala daerah.

Saat berbincang dengan KIRKA.CO, Boyamin mengulas seputar kecurigaan-kecurigaannya terhadap hubungan antara Purwati Lee dengan Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim.

  • Bagikan