Menu
Precision, Actual & Factual

Profil Siti Ela Nuryamah, DPR RI yang Disebut Penerima Rp 1 Miliar Jatah Kanjeng Ratu

  • Bagikan
Siti Ela Nuryamah. Sumber: @ellanuryamah_official

KIRKA.COSiti Ela Nuryamah namanya. Ela panggilan akrabnya. Ia adalah anggota DPR RI pada Komisi XI dari Fraksi PKB.

Sebelum jadi DPR RI, Ela lebih dulu menjadi anggota DPRD Lampung Timur.

Itu sekilas profil yang disampaikan eks Bupati Lampung Timur dan eks Wasekjen DPP PKB, Chusnunia Chalim.

Penyampaian itu terucap lantaran Chusnunia Chalim alias Nunik dimintai keterangan sebagai saksi terperiksa untuk perkara suap dan gratifikasi yang didakwakan JPU KPK kepada eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa.

Dalam perkara ini, Mustafa memberikan mahar politik senilai Rp 18 miliar sebagai biaya pengganti atas dukungan PKB kepada Mustafa saat Pilgub Lampung 2018 berlangsung.

Uang itu sebagian berasal dari hasil gratifikasi yang diterima Mustafa. Disepakati antara dia dan Chusnunia Chalim saat pertama kali bertemu di Wiseman Coffee House.

Singkat cerita, uang tersebut dipegang oleh eks anggota DPW PKB Lampung Midi Iswanto. Menurutnya, keberadaan uang di tangannya adalah atas perintah Chusnunia.

Dalam perjalanannya, Midi Iswanto mencatat bahwa uang mahar politik tadi telah dipergunakan oleh Nunik.

Atas perintah Nunik, Midi memberikan Rp 150 juta untuk Nunik. Kemudian Nunik ia sebut memerintahkannya lagi untuk memberikan Rp 1 miliar kepada Siti Ela Nuryamah.

Uang Rp 1 miliar tak diakui oleh Nunik. Ia hanya mengakui penerimaan Rp 150 juta dan menurut dia di ruang sidang PN Tipikor Tanjungkarang telah dipulangkan ke Midi. Tapi hanya Rp 100 juta. Masih sisa Rp 50 juta.

Midi tegas menyatakan uang itu diserahkan kepada Ela. Singkat cerita, uang Rp 1 miliar itu diminta agar diantar ke Jakarta.

Midi menugasi supirnya dengan pesan agar tas berisi uang itu sampai ke orang di Jakarta karena itu adalah pesanan Kanjeng Ratu. Belakangan Kanjeng Ratu itu adalah inisial untuk Nunik.

Supir Midi bernama Saefudin mengaku bahwa seorang pria penerima tas yang dibawanya adalah Ahmad Basuki.

Ahmad Basuki punya rekam jejak sebagai Ketua DPC PKB Lampung Timur.

Ela adalah perempuan kelahiran 3 Oktober 1983 asal Tasikmalaya. Maju untuk menjadi anggota DPRD Lampung Timur dan terpilih serta dilantik untuk periode 2014-2019.

Sumber: @ellanuryamah_official

Ela adalah caleg dengan suara terbanyak dari semua caleg yang berangkat dari Partai PKB Lampung Timur dan dipilih sebagai Wakil Ketua I DPRD Lampung Timur.

Karier di politik Ela dimulai ketika masih mahasiswa. Ia aktif di Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Bandung. Dulunya ia adalah wartawan dan sempat bekerja untuk Bawaslu.

Ela dan Nunik terbilang sudah kenal sejak lama. Bisa dikatakan mereka akrab, tahu tengang pribadi lepas pribadi.

Pertemuan Ela dan Nunik terjadi ketika Ela aktif di PMII. Pasca keduanya kenal, Ela disebut turut membantu Nunik untuk duduk menjadi anggota DPR RI. Dan Nunik berhasil.

Tiga orang sumber KIRKA.CO baru-baru ini mengatakan bahwa Ela adalah Tenaga Ahli dari Chusnunia ketika masih menjadi anggota DPR RI.

Dari proses serah terima uang Rp 1 miliar itu, praktis diketahui bahwa Chusnunia dan Ela serta Ahmad Basuki sama-sama punya rekam jejak di Lampung Timur dan kader PKB.

Ahmad Basuki juga merupakan satu dari Ketua DPC PKB yang tak menandatangani rekomendasi DPW PKB Lampung.

Rekomendasi itu adalah tentang dukungan kepada Mustafa untuk Pilgub Lampung 2018. Selain Ahmad Basuki, hal itu dilakoni pula oleh Ketua DPC PKB Lamteng Slamet Anwar.

Slamet Anwar mengaku dihubungi Nunik dan memberi perintah agar Slamet Anwar jangan ikut-ikutan dalam penandatanganan rekomendasi Mustafa.

Kini Ela merupakan Wakil Ketua DPW PKB Lampung sementara Nunik merupakan Ketua DPW PKB Lampung.

  • Bagikan