Menu
Precision, Actual & Factual

Membaca Kesaksian Chusnunia Chalim di Perkara Korupsi Mustafa Soal Peranan Daniel Johan (Bagian I)

  • Bagikan
Ketum DPP PKB Muhaimim Iskandar bersama dengan Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Desember 2018. DPP PKB resmi menyatakan dukungan kepada Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim sebagai pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilkada 2018 di Lampung. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Pada Kamis, 4 Maret 2021, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan permintaan keterangan kepada Chusnunia Chalim dengan menghadirkannya di PN Tipikor Tanjungkarang.

Kehadirannya tersebut berkait dengan hasil penyidikan KPK atas eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa. Penyidikan ini berkait dengan sangkaan penyidik yang menyatakan bahwa Mustafa telah diduga menerima suap dan gratifikasi yang bila ditotal senilai Rp 95 miliar.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, KPK melakukan pemeriksaan kepada sejumlah orang yang berkait dengan dugaan penggunaan uang hasil suap dan gratifikasi tadi.

Salah satu di antara terperiksa tersebut adalah Chusnunia Chalim. Dia diperiksa atas kapasitasnya sebagai eks Bupati Lampung Timur (Lamtim).

Dalam persidangan akhirnya juga diketahui, bahwa ia adalah Koordinator Wilayah PKB untuk Provinsi Lampung dan seorang dengan jabatan Wasekjen DPP PKB berdasarkan keterangan Midi Iswanto dan Khaidir Bujung.

Pemeriksaan kepada Chusnunia Chalim atau yang tenar dipanggil Nunik oleh KPK tadi, berkait dengan dugaan mengalirnya uang Mustafa terhadap biaya dukungan partai politik atau mahar politik ke PKB.

Sebelum ditangkap oleh KPK, Mustafa terdaftar sebagai calon Gubernur Lampung, yang akan dipilih pada Pilkada 2018.

Chusnunia ketika memberikan kesaksiannya di pengadilan, memang ditanyai Taufiq Ibnugroho selaku jaksa sebagai penuntut umum dari KPK tentang hal-hal yang berkait dengan mahar politik tadi.

Sebelum pemeriksaan Nunik berlangsung, fakta persidangan yang berlangsung pada 25 Februari 2021 telah memaparkan sedikit tentang uang senilai Rp 18 miliar sebagai komitmen Mustafa kepada DPW PKB Lampung. Hal ini berdasarkan keterangan Sekretaris NasDem Lamteng Paryono dan telah diamini oleh Mustafa sebagai terdakwanya.

Jauh sebelumnya pula, telah diketahui bahwa terdapat kesaksian Khairul Rozikin yang menjalani pemeriksaan di pengadilan mengatakan, bahwa eks Kadis Bina Marga Lamteng Taufik Rahman sedang pusing karena memikirkan biaya pencalonan Mustafa sebagai Gubernur Lampung untuk Pilkada 2018.

Pada saat diperiksa, Nunik sering kali menyebut-nyebut nama Daniel Johan. Sosok ini disampaikannya sebagai orang dari DPP PKB yang mengurusi desk Pilkada.

Suatu waktu, Chusnunia Chalim menyampaikan bahwa ia berkomunikasi dengan Daniel Johan tadi terkait surat rekomendasi DPW PKB Lampung dalam hal pencalonan Mustafa.

Komunikasi itu terjadi usai Midi Iswanto dan Okta Rijaya (keduanya kader DPW PKB Lampung) menyampaikan permintaan agar Chusnunia Chalim memberikan surat bernomor 1475/DPW-03//V/A. 1/VI/2017 tanggal 28 Juli 2017 ke Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Menurut Chusnunia Chalim, Daniel Johan menolak surat tersebut sembari mengatakan bahwa masih ada proses lain.

Atas penolakan tersebut, nyatanya Midi Iswanto dan Khaidir Bujung melakukan pertemuan dengan Chusnunia Chalim di Gedung Mayapada Thamrin untuk menanyakan kembali keputusan DPP PKB.

Pertemuan tersebut diakui Chusnunia telah berlangsung, dan saat itu menyampaikan bahwa tidak ada lagi informasi lanjutan dari DPP PKB atas rekomendasi kepada Mustafa. Sehingganya Chusnunia menyarankan agar keduanya langsung bertanya ke DPP PKB.

Saran Chusnunia Chalim itu dilaksanakan oleh Khaidir Bujung dan Midi Iswanto berdasarkan keterangan Khaidir Bujung, yang pada 4 Maret 2021 turut hadir di pengadilan memberikan kesaksian bersama dengan Nunik dan Midi Iswanto.

Chusnunia Chalim kembali menjelaskan bahwa, sejak awal dirinya tidak berminat untuk menjadi maju atau ikut dalam kontestasi Pilkada 2018 ketika ia ditanyai oleh Cak Imin terlebih saat ia dan Mustafa bertandang ke kantor Cak Imin.

Namun pada 18 Desember 2017, tepatnya pada malam hari. Chusnunia mengaku dihubungi oleh Daniel Johan lewat telepon dan mendapat instruksi dari DPP PKB agar ia berangkat ke Jakarta karena DPP PKB akan menobatkannya sebagai calon Wakil Gubernur Lampung untuk mendampingi calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang telah didukung oleh DPP PKB.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan