Menu
Precision, Actual & Factual

Dialog Pemeriksaan Mofaje Caropeboka & KPK Soal Cak Imin, Rp 50 M dari PT SGC untuk CAGUB Arinal – Nunik

  • Bagikan
Mofaje Caropeboka berkemeja motif batik disumpah sebelum bersaksi di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 8 April 2021. Foto Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Jaksa sebagai penuntut umum dari KPK Taufiq Ibnugroho menghadirkan Mofaje Caropeboka ke ruang persidangan atas perkara suap dan gratifikasi terhadap terdakwa eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 8 April 2021.

Mofaje Caropeboka diperiksa sebagai saksi yang sesungguhnya tidak masuk ke dalam berkas perkara dakwaan Mustafa.

Identitas Mofaje Caropeboka sendiri adalah Wakil Ketua DPW NasDem Lampung, yang saat itu Ketua DPW NasDem Lampung diduduki oleh Mustafa.

Sebelum dihadirkan, sosok Mofaje yang juga seorang kontraktor ini diketahui telah sempat disebut oleh saksi bernama Paryono. Paryono adalah Sekretaris Partai NasDem Lamteng.

Dalam kesaksian Paryono pada 25 Februari 2021, Mofaje disebutnya sebagai orang yang ia temui untuk mengambil uang beberapa kali atas perintah Mustafa. Mustafa kala itu mengamini hal tersebut.

Di akhir-akhir tahun 2017, Paryono mengatakan telah berhasil mengambil uang yang bila ditotalnya senilai Rp 14 miliar untuk kemudian diberikan kepada dua kader DPW PKB Lampung Midi Iswanto dan Khaidir Bujung di kediaman Midi Iswanto.

Pada Kamis, 4 Maret 2021, Midi Iswanto dan Khaidir Bujung dihadirkan ke dalam persidangan. Turut hadir pula eks Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim yang juga Wasekjen DPP PKB.

Pada gelaran sidang tersebut, di dalam BAP milik Chusnunia Chalim yang dibacakan, Chusnunia Chalim mengaku pernah dimintai pertanggungjawaban oleh Mustafa ihwal uang yang telah diberikannya.

Uang itu adalah hasil kesepakatan antara diri Mustafa dengan Chusnunia Chalim saat berdialog hingga pukul 01.00 WIB di Kafe Wiseman Coffee House. Dalam pertemuan itu, Chusnunia mengatakan agar Mustafa meminta uang kepada orang yang menerimanya.

Mustafa sendiri tahu bahwa uang tersebut diterima oleh Midi Iswanto dan Khaidir Bujung. Mustafa bahkan sempat menanyakan kepada Chusnunia Chalim apakah benar Midi dan Khaidir tersebut adalah utusannya atau orang suruhannya dari DPW PKB Lampung untuk menemuinya?

Dalam BAP-nya, Chusnunia Chalim mengaku bahwa keduanya memang lah utusannya. Saat BAP tersebut dibacakan, Chusnunia Chalim memohon-mohon kepada jaksa agar kiranya ia dapat mengubah dan meralat keterangan tersebut. Hingga sidang berakhir, tak ada jawaban atau kalimat mengiyakan dari jaksa KPK.

Saat Mofaje diperiksa, ia memberikan keterangan terkait biaya dukungan yang harus dibayar Mustafa kepada PKB. Mofaje juga menceritakan tentang pertemuan Mustafa, Chusnunia Chalim dan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, berikut dengan keterlibatan PT Sugar Group Companies serta sosok Purwati Lee dan Arinal Djunaidi.

Berikut transkrip dialog ketika Mofaje Caropeboka diperiksa dan ditanyai oleh Taufiq Ibnugroho seorang jaksa sebagai penuntut umum dari KPK, berdasar rekaman visual dan suara yang dilakukan KIRKA.CO atas persetujuan majelis hakim di dalam ruang persidangan.

Untuk diketahui, dialog di antara keduanya sebelumnya telah membahas tentang uang yang diambil Paryono dari Mofaje.

Taufiq: Uang yang dari saudara serahkan tadi, dikemanakan Paryono waktu itu?

Mofaje: Dia bawa itu tanpa cerita apa-apa.

Taufiq: Tapi kan gini pak Mofa, karena saudara tadi bilang cukup dekat dengan Paryono dan Miswan dalam proses Pilkada tadi dan saudara juga sudah bilang tadi sudah paham uang itu kemana diberikan kan?

Mofaje: Benar. Iya.

Taufiq: Benar kan?

Mofaje: Nggak perlu bicara (Paryono dan Miswan), saya sudah tahu kemana uangnya.

Taufiq: Nah iya. Jadi apakah uang itu digunakan untuk biaya dukungan partai PKB?

Mofaje: Benar (sambil mengangguk).

Taufiq: Benar ya.

Taufiq: Kan tadi saudara menyebut angka 15,1 M, apakah cuma 15,1 M atau seperti apa?

Mofaje: Cuma itu yang saya tahu.

Taufiq: Oh jadi yang saudara tahu cuma itu. Karena itu sumbernya dari saudara, ke Paryono tadi?

Mofaje: Iya. Cuma itu. Benar.

Taufiq: Baik. Terkait dengan dana yang sudah diserahkan Paryono untuk dukungan PKB.. Apakah keluar rekomendasi dari PKB pada waktu itu?

Mofaje: Tidak (keluar rekomendasi) pak.

Taufiq: Yang saudara tahu, dukungan mana yang tidak keluar?

Mofaje: (Dukungan dari PKB) Tidak keluar.

Taufiq: Maksud saya begini. Untuk mendapatkan dukungan itu kan, harus melalui proses. Baik dari provinsi, kabupaten atau pusat. Saudara tahu tidak, apakah dukungan dari tingkat provinsi itu sudah ada?

Mofaje: Rekomendasinya itu dulu belum ada. Secara tertulis belum ada dari PKB.

Taufiq: Ini yang saudara maksud itu, dukungan PKB, PKB yang di Pusat atau PKB Lampung?

Mofaje: (Dukungan) Dari (PKB) Pusat pak.

Taufiq: Dari Pusat ya.

Mofaje: Iya pak.

Taufiq: Kalau dari Lampung, ada enggak dukungannya (ke Mustafa)?

Mofaje: Saya tidak lihat (dukungan tertulis). Tapi waktu itu Mustafa bilang, kita sudah dapat (dukungan PKB Lampung).

Taufiq: Oh. Jadi dukungan PKB dari Lampung sudah dapat. Kalau (dukungan PKB) dari Lampung sudah dapat, kemudian proses untuk (dukungan PKB) ke Pusatnya seperti apa yang saudara ketahui waktu itu?

Mofaje: Ada komunikasi dari DPW PKB Lampung ke DPP. Makanya waktu itu kami sangat yakin karena saya dengar bahwa beliau (Mustafa) sudah bertemu dengan Muhaimin (Ketua Umum DPP PKB).

Taufiq: Saudara juga tahu bahwa Mustafa sudah diajak bertemu dengan Muhaimin Iskandar?

Mofaje: Iya (tahu).

Taufiq: Oleh siapa waktu itu (yang mengajak bertemu Muhaimin Iskandar)?

Mofaje: Oleh bu Nunik (Chusnunia Chalim).

Taufiq: Jadi mereka berdua ini sudah bertemu dengan Muhaimin Iskandar. Kemudian? Hasil dari pertemuan itu apa yang saudara tahu?

Mofaje: Yang pastinya, endingnya tidak dapat (dukungan PKB Pusat). Tidak dapat rekomendasi.

Taufiq: Tadi saudara bilang, yakin bahwa Mustafa juga sudah menyampaikan bahwa dukungan PKB sudah di tangan. Kemudian saudara juga tahu bahwa Mustafa dan Chusnunia sudah bertemu dengan Muhaimin Iskandar. Itu yang membuat saudara dukungan itu sudah dapat. Pada akhirnya dukungan ada atau tidak?

Mofaje: Tidak ada pak.

Taufiq: Kenapa tidak ada (dapat dukungan dari PKB)? Coba jelaskan yang saudara tahu.

Mofaje: (Sempat mengangkat tangannya ke atas kepala)

Taufiq: Informasi yang saudara tahu (kenapa tidak ada dukungan PKB ke Mustafa)?

Mofaje: Informasi ini ya pak?

Taufiq: Iya. Kenapa?

Mofaje: Eee Bu Nunik (Chusnunia Chalim) ternyata digandeng oleh Pak Arinal (Arinal Djunaidi). PKB menjatuhkan dukungan ke Pak Arinal.

Taufiq: PKB justru menjatuhkan dukungan kepada?

Mofaje: Pak Arinal Djunaidi dengan …

Taufiq: Chusnunia Chalim?

Mofaje: Iya.

Taufiq: Oke terus?

Mofaje: Ya kami bilang, terjadi penghianatan.

Taufiq: Tadi kan saudara menyampaikan, ada pertemuan dengan Muhaimin Iskandar. Itu penyerahan (dana Rp 15,1 M) ke Paryono tadi, setelah pertemuan (Mustafa & Chusnunia serta Muhaimin Iskandar) itu atau sebelumnya? Yang saudara tahu.

Mofaje: Setelah (pertemuan Mustafa & Chusnunia serta Muhaimin Iskandar berlangsung) pak.

Taufiq: Oh. Setelah anda menyerahkan uang ke Paryono dari Miswan Rodi tadi, saudara mengetahui adanya pertemuan. Saudara juga sudah menjelaskan ternyata dukungan dari PKB tidak ada.

Mofaje: Benar.

Taufiq: Kemudian, apakah saudara mengetahui, kenapa kok tiba-tiba dukungan beralih ke Arinal dan ke Chusnunia Chalim?

Mofaje: Itu sudah jadi rahasia umum saya pikir pak.

Taufiq: Apa rahasia umumnya?

Mofaje: Ya bahwa Bu Chusnunia ini bergabung dengan Pak Arinal karena didukung sama Sugar Group.

Taufiq: Oh karena didukung oleh Sugar Group?

Mofaje: Iya.

Taufiq: Sugar Group apa ini? Company?

Mofaje: Iya. Sugar Group Company.

Taufiq: Oh begitu. Saudara memang menjelaskan seperti itu ya?

Mofaje: Iya.

Taufiq: Masalah dukung mendukung kan banyak yang mendukung. Apakah saudara juga mengetahui terkait dengan mahar politik dukungan?

Mofaje: Tidak.

Taufiq: Tapi saudara tahu bahwa ada dukungan dari Sugar Group Company yang saudara sebutkan tadi untuk Arinal dan Chusnunia tadi.

Mofaje: Saya tidak bisa berbicara karena saya tidak melihatnya langsung.

Taufiq: Hanya saudara tahunya itu sudah menjadi rahasia umum ya?

Mofaje: Iya.

Taufiq: Tahu nggak saudara, nominal uang yang diberikan SGC untuk dukungan ke Arinal dan Chusnunia?

Mofaje: Oh nggak tahu saya pak.

Taufiq: Tidak tahu ya. Hanya saudara tahu ada dukungan ya?

Mofaje: Yang saya tahu besar.

Taufiq: Ohhh.. Yang saudara tahu besar ya? Kan saudara, tadi itu besar juga. Kan angkanya 15,1 M yang dari saudara sendiri. Itu besar juga.

Mofaje: Ya lebih besar lagi pak.

Taufiq: Haa??? Lebih besar lagi dari itu (Rp 15,1 M)? (Suara tawa di ruang sidang)

Taufiq: Bisa saudara jelaskan secara umum? Angkanya itu?

Mofaje: Nah itu. Kalau saya boleh bicara yang saya dengar (sambil mengarahkan telunjuk ke dadanya) saya katakan pak.

Taufiq: Ya silahkan (boleh).

Mofaje: 50 pak.

Taufiq: Ha?? 50 aja?

Mofaje: Itu untuk tahap awal aja.

Taufiq: Maksudnya tahap awal?

Mofaje: Ya pokoknya, ini (50) buat nyalon. Sisanya nanti yang lainnya akan datang lagi.

Taufiq: Oh itu hanya Rp 50 miliar itu hanya untuk nyalon aja? Itu maksudnya?

Mofaje: Ya dipegang aja dulu (Rp 50 miliar). Ini saya berbicara atas apa yang saya dengar aja loh ya pak (sambil menggerakkan tangan ke arah kupingnya).

Taufiq: Ya yang saudara dengar, yang saudara rasakan. Yang saudara dengar memang seperti itu ya? Yang Rp 50 miliar. Nah ini kan SGC (Sugar Group Companies) ini perusahaan, apakah personal atau perusahaan. Apakah ada personalnya yang bertanggungjawab?

Mofaje: Ya pasti ada personalnya yang bertanggungjawab.

Taufiq: Siapa yang saudara tahu?

Mofaje: Yang sering terdengar itu, Bu Lee Purwanti.

Taufiq: Apa yang saudara maksud itu Lee Purwati, Vice President PT SGC?

Mofaje: Saya nggak tahu.

Taufiq: Nggak tahu ya. Saudara tahunya namanya Lee Purwati aja ya?

Mofaje: Iya (sambil menganggukkan kepala).

Taufiq: Saudara tadi menyampaikan itu sudah menjadi rahasia umum. Kalau dukungan Sugar Group Companies (SGC) ini kepada Nunik ya, dan lebih besar (dananya)?

Mofaje: Iya.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan