Menu
Precision, Actual & Factual

Eks Wabup Lampura Sri Widodo Diduga Gelapkan Lari Mahar Politik Rp1,5 Miliar untuk Partai Hanura

  • Bagikan
Voni Reinata (Kader Nasdem Lampung) Saat Memberikan Keterangannya Sebagai Saksi Meringankan Pada Gelaran Sidang Korupsi Suap Fee Proyek Lampung Tengah Atas Nama Terdakwa Mustafa, Di PN Tipikor Tanjungkarang Kamis Kemarin (29/04). Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Nama eks Wakil Bupati Lampung Utara, dr. Sri Widodo, turut disebut menerima aliran dana uang fee proyek Lampung Tengah di 2018 lalu, uang tersebut dititipkan oleh Mustafa kepadanya untuk mahar dukungan dari Partai Hanura.

Keterangan tersebut diungkapkan oleh seorang saksi yang dihadirkan ke hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang, pada gelaran sidang lanjutan perkara korupsi suap fee proyek Lampung Tengah atas nama terdakwa Mustafa, yang digelar pada kamis kemarin (29/04).

Saksi ini bernama Voni Reinata, ia adalah seorang kader Partai NasDem Lampung yang juga mengetahui terkait aliran dana dari terdakwa Mustafa yang diberikan kepada beberapa partai sebagai mahar politik dalam perolehan dukungan untuk pencalonan Eks Bupati Kabupaten Lampung Tengah tersebut sebagai Gubernur Lampung.

Voni yang kali ini bersaksi untuk meringankan Mustafa turut mengungkapkan bahwa Dokter Sri Widodo yang pada saat itu juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Hanura Lampung, pernah diberikan titipan uang ‘Pembelian Perahu’ yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah, yang pada akhirnya diketahui miliaran aliran dana tersebut tidak pernah diserahkannya ke DPP Hanura, sehingga Mustafa harus kembali memberikan uang mahar politik tersebut melalui pengurus partai Hanura yang lain.

“Sepengetahuan saya jadi saat itu ada insiden terkait uang mahar politik untuk Partai Hanura, jadi pertama pernah diberikan uang untuk Hanura yang dititipkan ke Wakil Bupati Lampung Utara saat itu yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Hanura Lampung, dr. Sri Widodo,” ungkap Voni dalam keterangannya di persidangan.

“Namun pada akhirnya diketahui uangnya itu tidak disetorkan oleh pak Sri Widodo ke DPP Hanura, sehingga pak Mustafa harus menitipkannya lagi ke pengurus Hanura yang lain,” pungkasnya.

Hal tersebut diketahui turut pula seiring dengan keterangan yang diberikan saksi lainnya yang pernah dihadirkan pada persidangan sebelumnya di Februari lalu, yakni Darius Hartawan selaku Konsultan Proyek dan Rizani Andi Wijaya selaku Legislator DPRD Lampung Tengah dari Partai NasDem, serta Paryono selaku Sekretaris Partai NasDem Kabupaten Lampung Tengah.

Ketiganya menerangkan bahwa Mustafa pernah memberikan perintah untuk membantu pencalonannya sebagai Gubernur Lampung 2018, dimana terdapat pembagian tugas untuk mengantarkan biaya mahar politik ke partai Hanura yang uangnya mereka kumpulkan dari setoran fee proyek Lampung Tengah sebesar total Rp4,5 miliar, dengan rincian pertama pemberian kepada utusan Sri Widodo sebanyak Rp1,5 miliar di sebuah parkiran minimarket di Bandar Lampung, dan pemberian kedua diberikan kepada utusan partai Hanura sebanyak Rp3 miliar di wilayah Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan.

 

Eka Putra

  • Bagikan