Menu
Precision, Actual & Factual

Sri Widodo Disebut Soal “Mahar Partai” Pada Sidang Mustafa

  • Bagikan
Sri Widodo Memberika Kesaksian Sidang AIM. Sumber Fajar Sumatra

Kirka.coBandar Lampung – Pada Gelaran sidang Tipikor lanjutan dengan terdakwa Mustafa, Kamis (25/02) Nama Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo turut disebut didalam keterangan saksi perkara Tipikor Lampung Tengah.

Dari lima Saksi yang diundang JPU KPK dalam sidang Kamis (25/02), hanya tiga Saksi yang hadir dalam persidangan lanjutan perkara Tipikor Lampung Tengah atas nama Mustafa yang digelar di PN Tipikor Tanjungkarang.

Ketiga Saksi yang hadir adalah Darius Hartawan selaku Konsultan Proyek dan Rizani Andi Wijaya saat ini Legislator DPRD Lampung Tengah dari Partai Nasdem, serta Paryono selaku Sekretaris DPD Partai Nasdem Kabupaten Lampung Tengah.

Dari keterangan para saksi didapati fakta persidangan bahwa mereka semua mendapatkan perintah dari Mustafa selaku Bupati Lampung Tengah untuk membantu pencalonannya sebagai Gubernur Lampung 2018.

Dalam keterangan sidang kali ini Darius Hartawan menjelaskan, “Saya diperintahkan Bapak Mustafa untuk memberikan uang 4,5M yang berasal dari Encus dan Staff Dinas PUPR kepada Rizani Andi Wijaya,” jelas Darius yang Junior Terdakwa saat Kuliah.

“Menguatkan kesaksiannya Darius Hartawan menjelaskan bahwa Rizani Andi Wijaya juga diperintahkan Terdakwa bersama Paryono Sekretaris DPD Partai Nasdem Lampung Tengah menemui utusan Ketua DPD Partai Hanura Lampung Dokter Sri Widodo,” jelas Darius.

“Iya benar yang Mulia, Kami (Rijani dan Paryono,red) yang menyerahkan duit untuk Ketua Partai Hanura Rp. 1,5 milyar kepada utusan Pak Widodo,” ujar Rijani menjawab pertanyaan Hakim.

“Kami bertemu dan menyerahkan uang pada utusan Dokter Sri Widodo Wakil Bupati Lampung Utara diparkiran minimarket kawasan jalan Pramuka Bandar Lampung, uang dalam kardus¬† yang kami serahkan sejumlah Rp. 1,5 milyar,” terang Rijani.

Kesaksian berlanjut, ketika JPU bertanya tentang pertemuan di Bakauheni. “Darius telpon ngajak ketemu dirumah Saya, setelah Darius menyerahkan uang 3M dia pergi. Tidak berapa lama Ismail menelpon Saya menanyakan uang 3M itu atas perintah Bapak Mustafa, Saya dan Ismail berangkat ke pom bensin dekat pelabuhan Bakauheni untuk menyerahkan uang itu atas keperluan dukungan Partai Hanura.” urai Rizani.

Eka Putra

  • Bagikan