APH  

Proyek Disdikbud Lampung Utara Diberitakan Bermasalah

Proyek Disdikbud Lampung Utara Diberitakan Bermasalah
Ilustrasi Tender Proyek. Foto Istimewa

Untuk diketahui, pada beberapa proyek pembangunan milik Disdikbud Kabupaten Lampung Utara tersebut, diberitakan adanya indikasi tender kurung atau dugaan permainan dalam penetapan pemenang lelang.

Dimana dari banyaknya peserta lelang, terdapat dua Perusahaan yang memiliki harga penawaran yang sama dan mendekati nilai Harga Perkiraan Sendiri, yang disebutkan sebagai dugaan pengaturan oleh satu pengendali.

Hal itu juga turut dijelaskan oleh Ketua DPP Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan, Suadi Romli, kepada KIRKA.CO pada Rabu 19 Juli 2022, atas kecurigaannya dalam pelaksanaan lelang proyek Disdikbud Lampung Utara tahun 2022.

“Pematank sendiri menemukan adanya dua perusahaan yang memiliki nilai penawaran sama, itu mengindikasikan terdapat permasalahan, yakni indikasi kesamaan isi dokumen dan indikasi beberapa peserta tender dibawah satu kendali, jelas hal itu tidak diperbolehkan dalam pelaksanaan lelang,” terang Romli.

Lebih lanjut ia menjabarkan, dari nilai harga yang dilihat dilakukan oleh para peserta lelang, menunjukkan telah dilakukan secara tidak efisien, sebab seluruhnya sangat mendekati dari nilai Harga Perkiraan Sendiri.

“Tujuan tender itu agar pemerintah bisa melakukan pengadaan barang dan jasa dengan efektif dan efesien, jika penurunan penawaran mayoritas peserta itu minim, hanya 0,8 persen atau kurang dari 1 persen, disitulah bisa dilihat ada indikasi tender kurung (pengaturan pemenang),” tuturnya.

Dari apa yang telah didapatinya dalam pelaksanaan lelang proyek itu, Romli menegaskan bahwa Kejaksaan Negeri Lampung Utara seharusnya sudah memiliki dasar kuat untuk menindak lanjutinya.

Dan dirasa tak perlu lagi menunggu adanya laporan aduan dari masyarakat terkait kegiatan itu masuk, sebab sudah jelas terlihat adanya potensi perbuatan melawan hukum di pelaksanaan lelang.

“Sudah tak ada alasan lagi, tinggal bagaimana sekarang Kejari berani atau tidak untuk segera mengusutnya, bernyali atau tidak untuk bertindak, kita lihat saja seperti apa sikap Kejari Lampura,” tukasnya.

Sementara itu, beberapa kegiatan pembangunan yang dilelang tenderkan oleh Disdikbud Lampung Utara tahun 2022 ini, antara lain pembangunan ruang laboratorium komputer dan ruang UKS beserta perabotannya, di SDN Lubuk Rakam.

Baca Juga : Profil Calon Ketua DPRD Lampung Utara Wansori Versi Surat Vonis Kasus Korupsi

Paket pembangunan ruang UKS beserta perabotannya di SMPN 5 Sungkai Utara, serta kegiatan pembangunan laboratorium dan perpustakaan beserta perabotannya di SDN Purba Sakti.