13 Daerah di Lampung Masih Pancaroba, BMKG Ingatkan Ancaman Hujan Es dan Puting Beliung

13 Daerah di Lampung Masih Pancaroba, BMKG Ingatkan Ancaman Hujan Es dan Puting Beliung
Ilustrasi pembentukan awan cumulonimbus saat fase pancaroba yang berpotensi memicu hujan es serta angin puting beliung di wilayah Lampung. Foto: Ilustrasi/Kirka/Iz

Kirka – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap ancaman angin puting beliung serta hujan es di Provinsi Lampung.

Potensi cuaca ekstrem mengintai menyusul kondisi 13 dari 15 kabupaten/kota yang masih bertahan pada fase peralihan musim atau pancaroba.

Turunnya hujan di sejumlah titik dalam beberapa hari terakhir kerap disalahartikan warga sebagai berakhirnya musim kemarau secara merata.

Padahal, pantauan Stasiun Klimatologi Kelas II Lampung menunjukkan baru dua kabupaten di kawasan barat yang resmi memasuki musim penghujan pada awal November 2026.

“Baru Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat yang sudah masuk musim penghujan.

“Sementara 13 kabupaten dan kota sisanya masih berada pada masa peralihan atau pancaroba,” ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Lampung, Indra Purna, diikutip pada Kamis, 5 November 2026.

Belum meratanya pergantian musim membuat kondisi atmosfer di Lampung sangat dinamis dan rawan memicu cuaca buruk.

Insiden turunnya butiran es yang melanda Kabupaten Lampung Barat beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata tingginya kerawanan cuaca ekstrem selama masa transisi.

Indra meminta warga, khususnya yang bermukim di kawasan barat Lampung, agar ekstra hati-hati terhadap kemunculan awan cumulonimbus.

Pembentukan awan gelap yang berlangsung sangat singkat pada sore hari sering kali mengubah cuaca cerah menjadi badai secara tiba-tiba.

“Masyarakat perlu mewaspadai kemunculan awan cumulonimbus yang berkembang sangat cepat saat sore hari.

“Pertumbuhan awan penghasil hujan lebat secara mendadak berisiko memicu angin kencang, puting beliung, hingga fenomena hujan es,” tegas Indra.

Selama berada di fase pancaroba, corak cuaca harian antarwilayah di Provinsi Lampung juga tampak kontras.

Satu daerah bisa saja diguyur hujan deras, sedangkan kawasan tetangganya justru terpapar terik matahari atau sekadar mendung.

Warga diimbau tetap siaga dan tidak lengah menghadapi perubahan cuaca mendadak dari pagi yang cerah menuju sore yang ekstrem.

Terkait alasan Lampung Barat dan Pesisir Barat lebih awal mengalami musim penghujan, Indra menerangkan adanya pengaruh hembusan angin monsun Asia.

Aliran massa udara basah yang bergerak dari sisi barat membuat gugusan wilayah pesisir barat lebih dulu menerima curah hujan tinggi.

“Pergerakan angin monsun Asia berhembus dari arah barat, sehingga kawasan bagian barat Lampung otomatis lebih dulu memasuki musim hujan sebelum bergeser perlahan ke daerah lain,” jelas Indra.

Merujuk proyeksi BMKG, pergeseran musim penghujan ke 13 kabupaten/kota lainnya akan berlangsung secara bergiliran sejak pertengahan November 2026 hingga awal Januari 2027.

Kawasan ujung selatan dan timur tercatat sebagai wilayah paling bontot yang meninggalkan masa pancaroba.

“Pergeseran musim hujan ke daerah lain berlangsung bertahap mulai pertengahan November sampai awal Januari mendatang, dengan wilayah Lampung Selatan serta Lampung Timur berada pada urutan paling akhir,” pungkasnya.