KIRKA – Bawaslu Provinsi Lampung memetakan potensi kerawanan pemilu di 15 Kabupaten/Kota se-Lampung ke dalam Indeks Kerawanan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 atau IKP 2024.
Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Iskardo P Panggar, mengatakan IKP 2024 di 15 Kabupaten/Kota se-Lampung disusun berdasarkan empat dimensi yaitu Konteks Sosial Politik; Kontestasi; Partisipasi Politik; dan Penyelenggaraan Pemilu.
“Berdasarkan hasil identifikasi sebelumnya dan publikasikan IKP 2024 oleh Bawaslu RI pada 16 Desember 2024, dimensi Penyelenggaraan Pemilu menjadi dimensi paling tinggi dalam mempengaruhi terjadinya kerawanan pemilu,” ujar Iskardo pada Sabtu, 17 Desember 2022, malam.
Baca Juga: Eskalasi Politik Lampung Meningkat pada Pemilu 2024
Tingkat kerawanan dari keempat dimensi tersebut dibagi dalam tiga kategori yakni Rawan Tinggi; Rawan Sedang; Rawan Rendah.
“Secara umum tingkat IKP 2024 untuk Provinsi Lampung masuk kategori Rawan Sedang dengan skor 64,61,” ujar dia.
Dalam keterangannya, Iskardo memaparkan terdapat 21 provinsi dalam kategori Rawan Sedang.
Provinsi Lampung berada di urutan kedua nasional setelah Provinsi Banten dengan skor sebesar 66,53.
Sedangkan, lima provinsi masuk dalam tingkat Rawan Tinggi yakni DKI Jakarta (88,95); Sulawesi Utara (87,48); Maluku Utara (84,86); Jawa Barat (77,04); dan Kalimantan Timur (77,04).
Kemudian, delapan provinsi berada dalam kategori tingkat Rawan Rendah.
Yaitu Kalimantan Utara (20,36); Kalimantan Tengah (18,77); Jawa Timur (14,74); Kalimantan Barat (12,69); Jambi (12,03); NTB (11,09); Sulawesi Selatan (10,20); Bengkulu (3,79).
Beberapa daerah kabupaten/kota di Provinsi Lampung berada pada kategori Rawan Tinggi dalam IKP 2024.
“Khusus di Provinsi Lampung, beberapa daerah masih masuk kerawanan tinggi untuk dimensi Penyelenggaraan Pemilu,” kata Iskardo.
Yaitu Kota Bandar Lampung (92,8), Tanggamus dengan (84,2) dan Pringsewu dengan (80,4).
Sementara, lanjut dia, dimensi Kontestasi dengan kategori Rawan Tinggi berada di Lampung Tengah (83,8), dan Kota Bandar Lampung (67,9).
“Untuk dimensi Konteks Sosial Politik, dari 15 Kabupaten/Kota se-Lampung, hanya Lampung Barat yang masuk kategori Rawan Tinggi dengan skor 95,6,” ujar dia.
Baca Juga: Bawaslu Apresiasi Hibah Tanah dan Bangunan dari Musa Ahmad
Iskardo mengatakan selain keempat dimensi tersebut, pemetaan potensi kerawanan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, juga dilakukan berdasarkan 12 Subdimensi dan 61 indikator.
Keduabelas Subdimensi dari masing-masing dimensi penyusun IKP 2024 di Lampung yaitu:
1. Konteks Sosial Politik: Keamanan; Otoritas Penyelenggara Pemilu; Otoritas Penyelenggara Negara.
2. Penyelenggaraan Pemilu: Hak Memilih; Pelaksanaan Kampanye; Pelaksanaan Pemungutan Suara; Ajudikasi dan Keberatan Pemilu; Pengawasan Pemilu.
3. Kontestasi: Hak Dipilih; Kampanye Calon.
4. Partisipasi: Partisipasi Pemilih; Partisipasi Kelompok Masyarakat.
Berikut potensi kerawanan pemilu di 15 Kabupaten/Kota se-Lampung yang disusun oleh Bawaslu Provinsi Lampung:
1. Kota Bandar Lampung
- Konteks Sosial Politik: Rawan Sedang
- Kontestasi: Rawan Tinggi
- Partisipasi Politik: Rawan Sedang
- Penyelenggaraan Pemilu: Rawan Tinggi
2. Lampung Selatan
- Konteks Sosial Politik: Rawan Sedang
- Kontestasi: Rawan Tinggi
- Partisipasi Politik: Rawan Sedang
- Penyelenggaraan Pemilu: Rawan Sedang
3. Lampung Tengah
- Konteks Sosial Politik: Rawan Sedang
- Kontestasi: Rawan Tinggi
- Partisipasi Politik: Rawan Sedang
- Penyelenggaraan Pemilu: Rawan Sedang
4. Kota Metro
- Konteks Sosial Politik: Rawan Rendah
- Kontestasi: Rawan Sedang
- Partisipasi Politik: Rawan Sedang
- Penyelenggaraan Pemilu: Rawan Sedang
5. Lampung Barat
- Konteks Sosial Politik: Rawan Tinggi
- Kontestasi: Rawan Sedang
- Partisipasi Politik: Rawan Sedang
- Penyelenggaraan Pemilu: Rawan Rendah
6. Lampung Timur
- Konteks Sosial Politik: Rawan Sedang
- Kontestasi: Rawan Sedang
- Partisipasi Politik: Rawan Sedang
- Penyelenggaraan Pemilu: Rawan Sedang
7. Lampung Utara
- Konteks Sosial Politik: Rawan Sedang
- Kontestasi: Rawan Sedang
- Partisipasi Politik: Rawan Sedang
- Penyelenggaraan Pemilu: Rawan Rendah






