Polemik Koyu dengan Warganya Direspons Musa Ahmad

Kirka.co
Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad. Foto: Istimewa.

Koyu berharap masyarakat memahami konteks peristiwa yang terjadi. Karena, ruas jalan yang hendak dilintasi truk bermuatan singkong milik Santoso warga setempat, memang lah tidak boleh dilintasi untuk sementara waktu.

”Ya inti kejadian adalah, bahwa proyek tersebut ada limit waktu 31 Desember 2021 harus selesai. Kalau ikut rancang bangun, maka harus ditutup total 2 jalur. Tapi kan kami memprtimbangkan ekonomi dan akses masyarakat, maka kami kerjakan sebelah dulu.

Saat sudah siap, maka kami memang sengaja buka akses untuk kendaraan kecil dan motor. Agar dapat dikerjakan dan ditutup sisi sebelahnya,” jelas Koyu.

”Tapi yang terjadi adalah, ada mobil singkong yang mau lewat. Tentu kami larang dengan aba-aba tangan disilang. Nah Santoso ini tiba-tiba menyerang dengan nada tinggi berkata, kalo nggak boleh lewat ya diportal. Saya tanya, anda siapa? Dia balik tanya saya siapa. Kira-kira begitulah,” tuturnya.

Baca Juga : Doakan Musa Ahmad Kena Azab, Yusuf Jadi Pesakitan 

”Dia berkata dia sudah berjasa koordinasi dukungan rakyat sana untuk pembangunan jalan. Dengan mengkotak-kotakkan diri dia pahlawan. Ada pihak digambarkan preman dan lain-lain yang menurut saya tidak baik juga menuduh-nuduh. Dan saya nggak tahu ide siapa yang membuat dukungan tersebut,” jelas Koyu lagi.

”Itu memang sengaja dibuka dan harusnya sadar umur beton belum cukup tidak boleh dilalui tonase berat. Itu baru 1 hari dibuka dan umur beton 21 hari, pekerjaan beton ini kan sudah sering dan semua tahu umur beton. Gitu bang dari saya,” tutup Koyu menceritakan ulang kejadian yang ia alami.