Bantu Cari 5 Wartawan Hilang Menuju Anak Krakatau, Lampung Kirim Pasukan Tambahan

Bantu Cari 5 Wartawan Hilang Menuju Anak Krakatau, Lampung Kirim Pasukan Tambahan
Tim SAR Basarnas Lampung mengerahkan armada di perairan Selat Sunda untuk mencari lima jurnalis yang hilang kontak setelah meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Arsip Basarnas Lampung/Kirka/Iz

Kirka – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menerjunkan personel tambahan menyusul hilangnya sebuah kapal cepat di perairan Selat Sunda.

Perkuatan operasi SAR (Search and Rescue) ditujukan untuk melacak delapan penumpang, termasuk lima jurnalis, yang putus kontak saat berlayar ke Gunung Anak Krakatau.

Pergerakan armada bantuan dari Bakauheni dimulai sejak Rabu, 9 September 2026 pagi.

Sebanyak 17 anggota regu penyelamat bertolak membelah ombak menggunakan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB).

Rinciannya, tujuh orang menumpangi RIB 02, sementara 10 personel lain bersiaga di atas RIB 03.

Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansah, memastikan pengiriman bantuan merujuk pada Rencana Operasi SAR H.2 Banten.

Timnya bertugas menyisir perairan sesuai pemetaan koordinat hilangnya rombongan.

“Kami mendukung penuh operasi pelacakan di wilayah Selat Sunda.

“Seluruh anggota akan berkoordinasi langsung dengan unsur gabungan di lapangan, tentu dengan memprioritaskan keselamatan mengingat cakupan perairan sangat luas,” kata Deden, Rabu, 9 September 2026.

Insiden bermula saat lima pekerja media berniat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, menumpang kapal cepat yang dikemudikan Warta (55) bersama anak buah kapal Surakman (60), serta pemandu bernama Heriyanto (49).

Daftar penumpang dari kalangan pers meliputi M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal selaku wartawan lepas.

Perjalanan rombongan mendadak misterius setelah pukul 15.04 WIB.

Padahal, 22 menit sebelumnya, salah satu penumpang masih sempat membagikan titik lokasi terkini kepada rekan sejawat di darat.

Jejak sinyal terakhir terekam pada koordinat 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T.

Menyikapi kebuntuan pelacakan, Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengambil langkah pelebaran radius pencarian.

Penyisiran hari ketiga menyasar rute panjang dari Carita, Pulau Panjang, hingga mendekati lereng Anak Krakatau.

“Hari pertama dan kedua hasilnya nihil. Rencana operasi pagi diperluas ke berbagai titik yang mungkin dilintasi perahu rombongan,” ujar Al Amrad.

Pelacakan kini melibatkan kerjasama lintas provinsi.

Selain perahu karet Basarnas, penyisiran turut didukung kehadiran KRI Lepu, armada Direktorat Polairud, Pangkalan TNI AL, Kesbangpol, relawan bencana BPBD, hingga tim dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA).