Menu
Precision, Actual & Factual

Pengrajin Cetik Asal Kabupaten Lampung Barat

  • Bagikan
Kirka.co
Antoni Pengrajin Cetik Asal Kabupaten Lampung Barat. Foto Yuzar Purnama

KIRKA – Antoni adalah sosok pria sederhana dengan perawakan sedang, karakter polos, terbuka, dan ramah.

Matanya yang tajam dan jidatnya yang agak melebar menandakan seorang yang serius dan tekun. Di depan rumahnya, memaparkan perjalanan hidupnya sebagai seorang pengrajin cetik dari Kabupaten Lampung Barat.

Baginya mata pencaharian pengrajin hanya sampingan, karena profesi utamanya adalah sebagai seorang petani kopi.

Baca Juga : Meski Nunik & Purwati Lee Mangkir, KPK Oke

Membuat cetik dijadikan pencaharian sampingan karena dari penghasilan pengrajin belum bisa diandalkan. Satu unit cetik dijualnya seharga Rp250.000 baik cetik dewasa maupun cetik kecil untuk anak-anak.

Bukan harga jual yang kurang mahal tapi konsumennya masih sangat terbatas. Hal ini berhubung dengan minat masyarakat setempat terhadap alat musik cetik tidak menggembirakan.

Masyarakat jarang sekali yang tertarik dan berminat untuk membeli cetik dan memainkan. Hal ini wajar karena alat musik ini belum bisa digunakan untuk syair-syair lagu masa kini, karena notasinya yang berbeda.

Baca Juga : Testimoni Saut Situmorang Ketika Firli jadi Deputi KPK

Antoni dengan gelar adat Batin Penguta Agung, lahir tanggal 17 November 1970. Tokoh budaya merupakan satu-satunya pengrajin alat musik cetik di Kabupaten Lampung Barat.

Selain sebagai seorang pengrajin cetik, Antoni bermata pencaharian sebagai petani. Petani yang berkebun di gunung untuk mengolah kopi mulai dari menanam, merawat sampai mengolahnya menjadi serbuk kopi yang siap dipasarkan.

Pantas saja ketika berkunjung ke sana bersama pejabat Dinas Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat, seorang pejabat mengatakan beruntung Pak Antoni sedang berada di rumah, biasanya beliau susah dihubungi karena selalu berada di gunung.

Baginya menjadi seorang petani dan pengolah kopi lebih menguntungkan daripada menjadi seorang pengrajin cetik. Hasil kopi banyak peminatnya baik di kampungnya maupun dijual ke kota.

Baca Juga : Nunik Kembali Aktif di IG Pasca Mangkir dari Panggilan KPK

Banyak orang yang kesehariannya harus minum kopi khususnya kaum pria, sedangkan peminat alat musik sangat jarang. Biasanya yang beli hanyalah orangorang seniman dan orang-orang tertentu yang berminat belajar memainkan cetik, itupun jumlahnya sangat sedikit.

Paling paling kalau ada pesanan yang cukup banyak biasanya dari pejabat pemerintah setempat, dalam hal ini pejabat Dinas Kebudayan Kabupaten Lampung Barat atau dari Provinsi Lampung.

Setelah ada pesanan, baru dibuat oleh Antoni, kemudian selesai membuatnya langsung dikirimnya. Dan untuk mendapatkan order lagi waktunya cukup lama, bila tidak mengerjakan pencaharian lain mungkin tidak dapat makan sehari-hari.

Baca Juga : Isi Surat Chusnunia Chalim ke Pengadilan dan KPK

Jadi kalau mau beli cetik buatan Antoni harus pesan terlebih dahulu. Di rumah hanya ada dua cetik, untuk contoh dan untuk dimainkan Antoni disaat-saat luang waktu.

Namun demikian, pencaharian sampingannya sebagai seorang pengrajin cetik tidak akan ditinggalkannya, karena baginya anrah sebagai seorang seniman cetik dari leluhurnya sudah sangat kuat.

Sumber: Yuzar Purnama Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat, Antoni Pengrajin Cetik Dari Kabupaten Lampung Barat; Kajian Nilai Etos Kerja Antoni

  • Bagikan