Kirka – Geliat olahraga bola tangan di Lampung mulai memasuki babak baru yang lebih progresif.
Sadar bahwa ambisi besar tak bisa diraih dengan persiapan seadanya, Pengurus Provinsi (Pengprov) Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Lampung mengumpulkan 258 insan olahraga dari berbagai pelosok daerah dalam satu forum strategis, Sabtu, 14 Maret 2026.
Langkah masif bertajuk “Pengenalan Teknik Dasar dan Pengembangan Prestasi Bola Tangan Lampung” ini sengaja dirancang untuk memanaskan mesin organisasi.
Pesertanya tak main-main, merangkul barisan pelatih, guru Pendidikan Jasmani (PJOK), mahasiswa, hingga para pemerhati olahraga daerah.
Ketua Pengprov ABTI Lampung, Dr. Yopi Hutomo Bhakti, melihat forum ini sebagai fondasi krusial sebelum bicara soal medali.
Menurutnya, popularitas bola tangan di Sai Bumi Ruwa Jurai harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat akar rumput.
“Melalui workshop, kami ingin para pelatih dan guru olahraga di sekolah-sekolah benar-benar menguasai fondasinya.
“Jika teknik dasarnya sudah benar dan ditularkan secara konsisten, bibit-bibit atlet berprestasi itu akan muncul dengan sendirinya dari Lampung,” urai Yopi.
Ia meyakini, penguatan ekosistem pembinaan sejak dini adalah investasi mutlak untuk mencetak patriot olahraga yang mampu bersuara lantang di kancah nasional hingga internasional.
Untuk memastikan materi selaras dengan standar modern, ABTI Lampung menerjunkan Muhammad Ishaq Gerry, Dosen Olahraga Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), sebagai pemateri utama.
Di hadapan ratusan peserta, ia membedah tuntas taktik dasar hingga metodologi kepelatihan mutakhir yang wajib dikuasai pelatih lokal.
Gerry menegaskan, peningkatan kapasitas SDM saat ini adalah harga mati menuju pentas Porprov 2026.
“Ke depan, transfer pengetahuan seperti ini tidak berhenti di sini.
“Kita akan rutinkan, baik lewat kelas daring maupun praktik langsung di lapangan dengan melibatkan pakar-pakar yang expert di kelasnya,” tegasnya.
Lebih jauh, Gerry membocorkan peta jalan prestasi yang tengah diracik asosiasi.
Fokusnya kini bukan sekadar partisipasi, melainkan pembuktian prestasi di kancah tertinggi.
“Dari Pengprov sudah mematok target yang sangat jelas, yaitu pada tahun 2028 nanti, bola tangan Lampung harus lolos dan berlaga di PON NTT-NTB.
“Kita siapkan jalannya, dan kita kebut dari sekarang,” pungkasnya.






