KIRKA – Pahlawan asal Lampung, Gele Harun Nasution diganjar piagam dari Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus ketika perayaan HUT RI ke-77 pada 17 Agustus 2022 nanti.
Pada 10 November 2015 lalu, pria berdarah Batak tersebut akhirnya ditetapkan sebagai Pahlawan Daerah Lampung.
Adapun piagam yang disiapkan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus tersebut akan diberikan kepada Mulkarnaen Gele Harun Nasution -putra bungsu Almarhum Gele Harun Nasution yang saat ini menetap di Kota Bandar Lampung.
Berdasarkan dokumen yang diterima KIRKA.CO, piagam yang dipersiapkan itu telah diteken oleh Parosil Mabsus pada 15 Agustus 2022.
Berdasarkan Biografinya dilansir dari Wikipedia, Gele Harun Nasution tercatat pernah menjabat Residen Lampung. Jabatan itu dia emban dari tahun 1950 hingga 1955.
Sebelumnya, pada 5 Januari 1949, Gele Harun Nasution pernah mengemban jabatan sebagai acting Residen Lampung (kepala pemerintahan darurat) menggantikan Residen Rukadi.
Baca juga: Gubernur Lampung Keenam Oemarsono Meninggal Dunia
Baru sebentar bertugas, pada 18 Januari 1949, Gele Harun Nasution terpaksa memindahkan keresidenan dari Pringsewu ke Talangpadang. Hal ini dilakukan karena Belanda telah memasuki kawasan Pringsewu.
Serangan Belanda yang begitu bertubi-tubi, membuat Gele Harun kembali memindahkan pemerintahan darurat ke pegunungan Bukit Barisan di Desa Pulau Panggung, dan terakhir hingga ke Sumber Jaya, Lampung Barat.
Usai melaksanakan perjuangannya itu, Gele Harun Nasution kembali ke Tanjungkarang. Dan kemudian ia diangkat menjadi Ketua Pengadilan Negeri pada 1 Januari 1950.
Setelahnya lagi, ia diangkat kembali menjadi Residen Lampung yang definitif pada tanggal 1 Januari 1950 hingga 7 Oktober 1955.
Baca juga: Bupati Tubaba Umar Ahmad Layak Menjadi Gubernur Lampung
Dari sisi karier, Gele Harun Nasution bahkan sempat menjadi anggota Dewan Konstituante pada tahun 1956 hingga 1959 dan anggota DPR-GR/MPRS dari fraksi PNI periode 1965-1968.
Seusai itu, Gele Harun Nasution kemudian kembali pada profesi lamanya sebagai advokat. Profesi pengacara itu ditekuninya hingga mengembuskan napas terakhir pada 4 April 1973 di usia ke 62 tahun.
Kariernya sebagai advokat ditekuninya sejak tahun 1938 sampai tahun 1942. Soal kariernya sebagai advokat, Gele Harun Nasution pada tahun 1930-an, menempuh studi ke sekolah hakim tinggi di Leiden, Belanda, hingga memperoleh gelar meester in de rechten (Mr).
Baca juga: Erick Thohir Berucap Saya Orang Lampung
Menjelang tahun 1939, ia kembali ke Lampung dan membuka kantor bantuan hukum pertama. Gele Harun Nasution bahkan sempat menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Tanjungkarang sejak tahun 1942 sampai tahun 1945.
Sebelumnya lagi, ia pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri merangkap Ketua Mahkamah Militer Sumatra Selatan sejak tahun 1945 sampai tahun 1948.
Gele Harun Nasution termasuk dalam 100 tokoh terkemuka asal Lampung yang ditulis oleh Amiruddin Sormin. Tak heran bila kemudian pahlawan asal Lampung Gele Harun Nasution diganjar piagam pada HUT RI ke-77 tahun 2022 ini.
Gele Harun Nasution diketahui lahir di Sibolga pada 6 Desember 1910. Ayahnya seorang dokter, bernama Harun Al-Rasyid Nasution yang dikenal memiliki tanah yang sangat luas di Tanjungkarang Timur.






