Hukum  

Mahfud Santoso Ngaku Punya 30 Lebih Calon Mahasiswa Unila Titipan, 10 Untuk Fakultas Kedokteran

Calon Mahasiswa Unila Titipan
Mahfud Santoso. Foto: Istimewa.

Baca juga: Harta Pejabat Dinkes Lampung Tengah M Anton Wibowo yang Cengegesan di Hadapan Penyidang Perkara Unila

Edi: Karena nggak kenal rektornya yang baru atau bagaimana?

Mahfud: Kenal, insya Allah kenal.

Edi: Bapak nanti akan begitu kan juga?

Mahfud: Kalau mereka minta tolong akan saya bantu yang mulia. Saya orang kampung-kampung nggak punya akses pak, mohon maaf.

Edi: Oh gitu ya pak ya.. Tapi memang benar? Yang ada uang-uang hanya 1 titipan aja?

Mahfud: Enggak ada!

Edi: Bukan, yang bapak saksikan nyetor uang itu hanya 1 itu saja?

Mahfud: Hanya 1, dan beliau [Karomani] nggak mau kalau bukan orang miskin, mohon maaf. Pak rektor nggak mau.

Edi: Yang akhirnya menyumbang ke hafidz tadi? Atas nama siapa?

Mahfud: Atas nama orang tua Heri Sulistiyanto. Itu nyumbang langsung masuk rekeningnya anak dhuafa itu. Itu saya yang biayai hidup, saya yang sekolahkan, saya gratiskan, bisa dicek.

Baca juga: Cengengesan Usai Diperingatkan Hakim, Jaksa KPK Usulkan Penetapan Tersangka Untuk Pejabat Dinkes Lampung Tengah M Anton Wibowo

Edi: Jadi itu tidak ada kaitannya dengan?

Mahfud: Nggak ada, nggak ada. Masuk diterima di Unila, tetapi nggak nyumbang ke gedung NU. Nyumbangnya itu ke yatim piatu itu. Karena beliau [Karomani] juga nggak harus.

Edi: Jadi hubungan bapak ke Unila ini hanya pak rektor tidak kepada Warek I?

Mahfud: Nggak, saya nggak kenal semuanya. Nggak kenal semuanya, nggak ada sama sekali.

Edi: Hanya khusus dia [Karomani] saja?

Mahfud: Iya.

Edi: Kemudian yang baru ini [rektor baru Lusmeilia Afriani]?

Mahfud: Belum.

Edi: Rektor yang baru?

Mahfud: Saya kenal tapi belum silaturohim. Karena saya ketua dewan pendidikan, saya mau silaturohim saya.

Baca juga: Jaksa KPK Panggil Ulang Pejabat Dinkes Lampung Tengah ke Sidang Perkara Unila

Edi: Akan digitukan juga? [Menitipkan calon mahasiswa ke Unila]

Mahfud: Ya kalau orang nggak mampu, pinter akan saya rekomendasikan. Itu boleh pak, merekomendasikan orang pinter yang nggak mampu. Itu syarat pertama.

Edi: Bapak ini tokoh soalnya, pernah jadi kepala zakat apa namanya…

Mahfud: Saya lama pak ketua dewan pendidikan, Ketua Baznas…

Edi: Tokoh masyarakat juga, kan gitu…

Mahfud: Saya biasa 40 orang lebih..

Edi: Cukup dari saya.

Diwawancarai ihwal 30 orang lebih calon mahasiswa Unila yang dititipkan ini, Mahfud Santoso mengakuinya. ”Ya 30-an.. Tapi yang diterima 50, kedokteran hanya satu,” kata Mahfud Santoso saat hendak meninggalkan ruangan persidangan saat itu.

Berdasar pada surat dakwaan Jaksa KPK, Karomani didakwa menerima suap dari Kabid Yankes pada Dinkes Lampung Tengah, M Anton Wibowo sejumlah Rp250 juta melalui Mahfud Santoso.

M Anton Wibowo memberikan uang Rp250 juta setelah anaknya dinyatakan lulus dalam penerimaan mahasiswa baru sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran Unila melalui SMMPTN Tahun 2022.

Karomani juga didakwa menerima gratifikasi dari Mahfud Santoso setelah pengumuman kelulusan SMMPTN Tahun 2021 yang diserahkan di ruangan Rektor Unila senilai Rp650 juta.

Mahfud Santoso sebagaimana diketahui telah berhasil diperiksa Penyidik KPK pada 22 November 2022 lalu.