Hukum  

Mahfud Santoso Ngaku Punya 30 Lebih Calon Mahasiswa Unila Titipan, 10 Untuk Fakultas Kedokteran

Calon Mahasiswa Unila Titipan
Mahfud Santoso. Foto: Istimewa.

KIRKA – Ketika diperiksa sebagai saksi di PN Tipikor Tanjungkarang pada 7 Februari 2023, Mahfud Santoso mengaku telah merekomendasikan 30 lebih calon mahasiswa Unila titipan. Dari total calon mahasiswa Unila titipan itu, 10 orang dititipkan untuk dapat lulus ke Fakultas Kedokteran Unila.

Mahfud Santoso sebagaimana diketahui diperiksa sebagai saksi untuk persidangan perkara korupsi yang menjerat tiga orang terdakwa:

1. Mantan Rektor Unila, Karomani.
2. Mantan Warek I Unila, Heryandi.
3. Mantan Ketua Senat Unila, Muhammad Basri.

Berdasar pada Berita Acara Pemeriksaan [BAP] milik Mahfud Santoso yang dibacakan Jaksa KPK, Mahfud Santoso mengaku berlatar belakang swasta.

Latar belakang swasta yang dia klaim tersebut bergerak di bidang Pertanian, Kesehatan dan Pendidikan.

Baca juga: Mahfud Santoso dan 7 Calon Mahasiswa Unila Titipannya yang Dibongkar Jaksa KPK

Ditelusuri lebih jauh, Mahfud Santoso memiliki banyak jabatan sebagai berikut:

1. Sebagai Ketua Yayasan Ponpes Modern Baitus Sholihin di Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah.

2. Sebagai Public Relationship pada PT Great Giant Pineapple (GGP) hingga 30 September 2017.

3. Sebagai Ketua Dewan Penasehat dalam kepengurusan Perhimpunan Praktisi Bisnis (Perabiz) Lampung.

4. Pernah menjabat Ketua Dewan Pendidikan Lampung.

Baca juga: Mahfud Santoso Dan Hubungannya Dengan Surat Dakwaan Jaksa KPK Perkara Unila

5. Saat ini sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah.

6. Dan pernah menjabat sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lampung.

7. Mengaku sebagai pemilik RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung.

8. Mengaku sebagai pemilik RS Yukum Medical Center Lampung Tengah.

Di hadapan Jaksa KPK, Mahfud Santoso ketahuan telah menitipkan 7 calon mahasiswa Unila: 5 titipannya lulus, 2 tidak lulus.

Mahfud Santoso mengaku kepada Jaksa KPK bahwa 1 orang calon mahasiswa Unila titipan dari Kabid Yankes Dinkes Lampung Tengah, M Anton Wibowo lulus disertai dengan pemberian uang kepada mantan Rektor Unila, Karomani.

Di dalam BAP miliknya, Mahfud Santoso mengaku uang dari M Anton Wibowo ke Karomani ialah Rp200 juta. Belakangan dia mengaku tidak tahu persis. Namun begitu tidak ada keputusan apakah BAP di tingkat penyidikan tersebut dicabut atau tidak sama sekali.

Uang dari M Anton Wibowo dikatakannya dipergunakan untuk sumbangan pembangunan gedung Lampung Nahdliyin Center yang dikelola Karomani.

Mahfud Santoso selanjutnya mengaku kalau 1 orang titipan calon mahasiswa Unila tidak menyumbang ke gedung milik Karomani melainkan ke anak yatim piatu yang disebutnya Baitus Sholihin.

Baitus Sholihin identik dengan nama yayasan yang mana Mahfud Santoso adalah Ketua Yayasan Ponpes Modern Baitus Sholihin di Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah.

Calon Mahasiswa Unila Titipan
1 Januari 2022 lalu, mantan Rektor Unila, Karomani bersama Mahfud Santoso dan Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad bersama-sama dalam acara pembangunan Ponpes Modern Baitus Sholihin. Foto: Arsip Pemkab Lampung Tengah.