Baca juga: Mahfud Santoso Adalah Saksi Penting Korupsi Unila
Edi: Nah caranya ini gimana? Bapak ini kan Smart Insani nih bagus. Terus ternyata dalam rekomendasi yang bapak usulkan agar lulus itu, gimana bisa menampung yang bukan dari Smart Insani?
Mahfud: Jadi gini pak hakim yang mulia. Saya prinsip hidup itu membantu orang yang sangat membutuhkan…
Lingga Setiawan: Jawab aja pertanyaannya bapak. Bapak bukan untuk pidato di sini! Jawab pertanyaannya.
Edi: Ya maksud saya, kenapa bisa bukan lulusan Smart Insani bapak juga tampung, kemudian bapak teruskan ke beliau [Karomani] gitu…
Lingga: Naaah, itu poinnya.
Mahfud: Karena niat saya membantu, dan nilainya bagus.
Edi: Jadi berarti, bapak sebelum membuat daftar-daftar untuk diteruskan ke pak rektor ini, bapak sudah ada deal-deal dulu atau bagaimana?
Mahfud: Dulu awalnya begitu. Setelah rutin, ya kami tinggal WA-WA aja. Tapi tidak semua yang lulus. Hanya 50 persen.
Edi: Yang untuk tahun 2023 ini ada berapa yang sudah mendaftar?
Mahfud: Terdaftar 30 lebih.
Baca juga: KPK Periksa Ketua Dewan Pendidikan Lampung Tengah Mahfud Santoso
Edi: Yang tahun 2023?
Mahfud: Iya, iya.
Edi: Yang tahun 2023?
Mahfud: Iya, iya..
Edi: Yang akan direkomendasikan lulus di Unila?
Mahfud: Iya, yang sudah lulus di 2022. Yang 2023 belum…
Edi: Pertanyaan saya yang 2023 ini…
Mahfud: Ohhh 2023 belum..
Edi: Kenapa belum?
Mahfud: Karena belum ujian…






