APH  

KPK Sering Terima Informasi Praktik Korupsi di Perguruan Tinggi

KPK Sering Terima Informasi Praktik Korupsi di Perguruan Tinggi
Pimpinan KPK, Alexander Marwata. Foto: Istimewa.

KIRKA – KPK sering terima informasi praktik korupsi di perguruan tinggi di Indonesia. Informasi itu salah satunya mengenai penerimaan mahasiswa baru.

Hal ini dikemukakan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata ketika dirinya berbicara dalam Forum Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi di Yogyakarta pada 14 November 2022.

Menurut Alexander Marwata, informasi soal praktik korupsi juga diterima KPK dari sisi proses-proses pemilihan rektor universitas.

Baca juga: KPK Diminta Pantau Pemilihan Rektor Unila

”KPK sering mendapat informasi dugaan korupsi di Perguruan Tinggi, salah satunya mengenai penerimaan mahasiswa baru. Informasi bahkan diterima dari pihak internal kampus, di samping titik rawan korupsi yang terpetakan dalam proses pemilihan rektor,” kata Alexander Marwata dalam keterangannya.

Teranyar, KPK sedang melakukan penyidikan atas dugaan pemberian dan penerimaan suap dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Unila untuk tahun 2022.

Dalam penyidikan itu, KPK menjerat Rektor Unila, Karomani dan 3 orang tersangka lainnya.

Baca juga: Deposito Rektor Unila Diduga Hasil Suap Sudah Diambil KPK

Berdasar pada hemat Alexander Marwata, Forum Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi dianggap penting diadakan agar lingkungan kampus terbebas dari praktik-praktik korupsi.

“Dengan program ini, Perguruan Tinggi akan menghasilkan lulusan yang berintegritas, jadi jika menjabat suatu kedudukan dapat menciptakan birokrasi yang bersih dari korupsi,” jelas pimpinan KPK itu lagi.

KPK belakangan diminta untuk ikut memantau proses pemilihan rektor Unila. Proses pemilihan rektor itu dilakukan karena rektor sebelumnya terjerat kasus korupsi.

Baca juga: JPU KPK Siapkan 21 Saksi Persidangan Penyuap Rektor Unila

Permintaan pemantauan itu dikemukakan aktivis antikorupsi di Lampung, Suadi Romli pada 26 September 2022 lalu.

Sebagaimana diketahui, pemilihan Rektor Unila tersebut dinyatakan dipercepat 6 bulan lebih awal dari jadwal yang seharusnya.

Plt Rektor Unila, Mohammad Sofwan Efendi menyebutkan bahwa tahapan Pemilihan Rektor Unila tersebut akan dilangsungkan pada akhir tahun 2022.

Baca juga: KPK Bakal Buka Penyidikan Baru Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Unila

Pelaksanaan kegiatan tersebut kemudian diharapkan dapat rampung pada April atau Mei di tahun mendatang.

”Percepatan Pilrek (pemilihan rektor) ini menjadi target kami. Yang seharusnya November 2023, dimajukan menjadi akhir tahun 2022,” katanya pada 23 September 2022 kemarin.