Pada periode 2015-2019, dari data Statistik Telekomunikasi 2019 tersebut menunjukkan persentase rumah tangga pemilik komputer tertahan di angka 19 persen. Meskipun, secara nominal naik tipis dari 48,3 juta unit pada 2015 menjadi 50,2 juta pada 2019.
Pilihan alat telekomunikasi juga kian beragam dan lebih mobile. Ukuran telepon pintar (smartphone) juga kian membesar, rata-rata sudah mendekati 7 inch.
Selain itu, ada tablet yang ukurannya berkisar 7-10 inch. Dua jenis gadget itu boleh jadi membuat memilih ponsel atau tablet karena kemampuannya yang sudah setara komputer, dengan ukuran yang kecil dan mobile.
Minat masyarakat terhadap PC secara global sudah cenderung lesu sejak 2011. Baru pada 2019 sedikit bergeliat.
“Pasar PC tumbuh untuk pertama kalinya sejak 2011, didorong permintaan bisnis yang dinamis, terutama di AS, EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika), dan Jepang,” kata Mikako Kitagawa, analis senior di Gartner.
Pada 2017, Kitagawa juga pernah mengungkapkan faktor lain yang menyebabkan penjualan PC merosot adalah karena konsumen jarang menggunakannya lagi.
Mereka lebih sering memakai ponsel. Mobilitaslah yang membuat ponsel dan tablet jauh mengungguli PC, termasuk notebook.
Data BPS juga merekam, kepemilikan telepon seluler terus meningkat, dari 57 persen pada 2015 menjadi 63 persen per 2019.
Hotsuite malah mencatat angka yang jauh lebih tinggi. Misalnya, jumlah nomer telepon seluler yang terdaftar per Januari 2020 mencapai 338,2 juta sambungan.
Jumlah pengguna internet di Indonesia per Januari 2020 juga tercatat lebih tinggi dari data BPS, yakni mencapai 175 juta orang, naik 25 juta orang dibanding tahun sebelumnya.
Dari jumlah itu, 91,4 persen di antaranya merupakan pengguna media sosial. Pengguna YouTube merupakan yang terbesar.






