Opini  

Jumlah Pengakses Internet di Indonesia Naik

Badan Pusat Statistik. Sumber Net

KIRKA.CO – Kian beragamnya media sosial dan aplikasi hiburan mendorong jumlah pengakses internet di Indonesia naik dengan cepat dalam lima tahun terakhir.

Peningkatan ini terjadi baik pada jumlah rumah tangga maupun jumlah penduduk yang mengakses internet.

Selain bisa menonton video dari channel YouTube, orang kini bisa menonton hiburan melalui aplikasi Netflix dan Sportify. Selain itu, stasiun televisi teresterial dan saluran televisi berbayar kini juga membanjiri gadget dengan aplikasi untuk memudahkan orang menonton streaming atau siaran langsung acara hiburan atau sepak bola lewat HP.

Praktis, hidup masyarakat sekarang tak bisa lepas dari gadget dan internet. Tidak mengherankan jika Statistik Telekomunikasi Badan Pusat Statistik mencatat, pada 2019, rumah tangga pengakses internet mencapai 74 persen. Persentase ini naik hampir dua kali lipat dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Persentase jumlah individu pengguna internet bahkan naik lebih dari dua kali lipat. Pada 2015, pengakses internet tak sampai 22 persen, pada 2019 sudah hampir 48 persen atau sekitar 127 juta orang. Jika dikurangi anak-anak di bawah lima tahun dan orang tua di atas 65 tahun, persentase penduduk pengguna internet mencapai sekitar 62 persen.

Pesatnya pertumbuhan pengakses internet ini juga didorong oleh perkembangan bisnis layanan internet, baik melalui operator telepon maupun jasa provider internet.

Di luar operator telepon seperti Telkomsel, Indosat, XL, Three, ada 11 provider internet yang pada umumnya menyediakan layanan internet dedicated (24 jam).

Bisa jadi, kemudahan mengakses internet dari mobile gadget ini yang membuat kepemilikan komputer di rumah tangga Indonesia cenderung stagnan.