Indonesia Raksasa Ekonomi Dunia

Indonesia Raksasa Ekonomi Dunia
Indonesia Raksasa Ekonomi Dunia. Sumber: Molanews.id

KIRKA – Indonesia raksasa ekonomi dunia mengalahkan Inggris, Brazil, dan Perancis berdasarkan data International Monetery Fund (IMF) tahun 2022.

IMF merilis Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) yang telah dikonversi menggunakan bobot Purchasing Power Parity (PPP).

Berdasarkan PPP atau keseimbangan kemampuan berbelanja, Cina berada di posisi pertama mengalahkan Amerika Serikat.

Negara Tirai Bambu itu memiliki PDB-PPP sebesar US$30,18 triliun. Sementara Amerika Serikat di urutan kedua sebesar US$25,34 triliun.

Posisi ketiga disusul oleh India sebesar US$11,74 triliun.

Dari data PDB-PPP yang diterbitkan IMF, berikut daftar negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada 2022 dalam angka triliun.

Cina (US$30,18); Amerika Serikat (US$25,34); India (US$11,74); Jepang (US$6,11); Jerman (US$5,26); Rusia (US$4,37).

Indonesia (US$4,1); Inggris (US$3,8); Brasil (US$3,7); Perancis (US$3,7).

Ekonomi Indonesia menjelma menjadi raksasa dunia di saat puluhan negara antre untuk mendapat dana talangan dari IMF. 

Baru-baru ini, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan informasi yang diterima dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Saya dapat informasi dari pertemuan di Washington DC, 28 negara sudah antre di markasnya IMF, menjadi pasien,” ujar Jokowi dalam Investor Daily Summit 2022 di Jakarta Convention Center, Selasa 11 Oktober 2022, lalu.

Presiden mengatakan hal itu menjadi peringatan bagi Indonesia untuk tidak menjadi negara bangkrut.

“Tetap menjaga optimisme, tetapi yang lebih penting hati-hati dan waspada,” kata Jokowi.

Dia menyampaikan ekonomi global sedang mengalami perubahan fundamental. Penuh ketidakpastian dan volatilitas tinggi.

“Kalau dulu, biasanya semua negara pasti mengejar bagaimana suku bunga dan inflasi bisa serendah mungkin,” ujar Presiden.

Hari ini, lanjut Jokowi, semua berubah, apalagi dengan adanya konfrontasi geopolitik, plus perubahan iklim.

“Bencana alam makin sering terjadi,” kata dia.

Baca Juga: Lampung Siaga Bencana Hidrometeorologi di Masa Transisi 

Jokowi mengatakan dalam situasi saat ini, negara manapun dapat terlempar dengan cepat dan mudah dari jalurnya.

“Apabila tidak hati-hati dan waspada, baik dalam pengelolaan moneter maupun fiskal,” ujar Jokowi.

Negara Indonesia raksasa ekonomi dunia di saat perang Rusia-Ukraina membuat situasi ekonomi global kian tidak pasti.

“Ini lah yang sering disampaikan, membayar harga dari sebuah perang, yang harganya sangat mahal sekali,” kata dia.