Elektabilitas Gerindra di Jawa Barat Capai 21,2 Persen

Elektabilitas Gerindra di Jawa Barat
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Istimewa.

KIRKA – Elektabilitas Partai Gerindra di Jawa Barat dinyatakan mencapai 21,2 persen berdasarkan hasil survei yang Poltracking Indonesia lakukan.

Survei yang berlangsung sejak 25 September 2023 sampai 1 Oktober 2023 itu menghasil temuan pokok dan analisis yang salah satunya adalah elektabilitas Partai Politik di Jawa Barat.

Salah satu dari temuan pokok dan analisis itu menyatakan bahwa elektabilitas Partai Gerindra di Jawa Barat tertinggi dari semua Partai Politik.

Berikut paparan Poltracking Indonesia soal elektabilitas Partai Gerindra di Jawa Barat:

”Pada simulasi surat suara 18 partai politik, Partai Gerindra memperoleh elektabilitas (21.2%), diikuti PDI Perjuangan (17.6%), Partai Golkar (8.2%).

Kemudian, Partai NasDem (7.4%), PKS (7.3%), PKB (6.7%), PAN (6.5%), Partai Demokrat (3.9%), PPP (2.4%), Perindo (1.3%), dan PSI (1.0%).

Baca juga: Gen Z Pilih Gerindra

Sementara partai politik lainnya masih di bawah 1 persen,” ujar Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi di laman resmi Poltracking Indonesia sebagaimana dilihat KIRKA.CO pada 10 Oktober 2023.

Poltracking Indonesia menyebut temuan tersebut merupakan potret terbaru dari survei yang dilakukan pada akhir September sampai awal Oktober 2023.

Disebutkan lagi bahwa peta politik masih sangat mungkin berubah bergantung kalkulasi elite dan keputusan pemilih dalam memantapkan pilihannya dalam Pemilu 2024.

Survei yang Poltracking Indonesia lakukan ini dinyatakan menggunakan jumlah sampel dari 1000 responden dengan margin of error +/- 3.1% pada tingkat kepercayaan 95%.

Klaster survei dinyatakan juga menjangkau 27 kabupaten/kota di Jawa Barat secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.

Metode sampling representasi seluruh populasi pemilih secara lebih akurat.

Baca juga: Elektabilitas Prabowo di Jawa Barat Capai 44,2 Persen

Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi digital terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.

Adapun maksud dan tujuan dari survei ini, katanya, adalah untuk mengukur peta kekuatan elektoral Calon Presiden, Calon Wakil Presiden, dan Partai Politik di Jawa Barat.

”Mengapa Jawa Barat? Karena Jawa Barat merupakan provinsi dengan DPT terpadat mencapai 35.7 juta pemilih atau setara 17.6% secara nasional.

Tentu kontribusi suara di Jawa Barat sangat menentukan perolehan suara Capres Cawapres ataupun Partai Politik di tingkatan nasional pada Pemilu 2024 mendatang,” terang Arya Budi.