KIRKA – Fasilitas pendidikan antikorupsi di bus KPK belum ramah difabel. Kelompok tunarungu terkendala aksesibilitas.
Hari ketiga Roadshow Bus KPK 2022 di Kota Bandar Lampung berlangsung di Tugu Adipura, Minggu, 25 September 2022.
Acara Car Free Day bersama KPK diikuti antusiasme masyarakat setempat.
Termasuk kelompok difabel yang tergabung dalam Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin).
Baca Juga: Roadshow Bus KPK Tingkatkan SPI Bandar Lampung 2022
Ketua DPD Gerkatin Lampung, Susanti, mengatakan mereka turut membersamai Roadshow Bus KPK dalam rangka memeringati Hari Bahasa Isyarat Internasional, 23 September 2022.
“Dukung teman tuli maju. Tidak diskriminasi, harus setara,” kata Susanti melalui penerjemahnya.
Hal itu disampaikan kepada Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, serta Epi Handayani dan Aida Ratna Zulaiha dari Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI.
“Dan tolong pemerintah bantu teman-teman tuli dalam kegiatan apapun,” ujar Susanti.
Roadshow Bus KPK di Bandar Lampung belum ramah difabel dalam mengampanyekan antikorupsi bagi kelompok disabilitas.
Bus KPK memiliki fasilitas edukasi antikorupsi bagi pelajar, e-learning dan game interaktif, untuk menanamkan sembilan nilai-nilai integritas.
Yaitu Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab (Jumat); Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil (Bersepeda); dan Kerja Keras (KK).
Baca Juga: KPK Gagas Program Jumat Bersepeda Kaka
Direktur Jejaring Pendidikan Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Aida Ratna Zulaiha, menyampaikan fasilitasi edukasi antikorupsi bagi difabel menjadi perhatian mereka.
“Sekarang media-medianya sudah ada yang bentuknya video. Tapi memang itu menjadi perhatian kami juga buat difabel,” kata dia.

KPK menaruh perhatian terhadap kelompok difabel untuk bisa berpartisipasi memberantas korupsi.
Aida mengatakan Deklarasi Antikorupsi juga sudah disampaikan oleh teman-teman difabel di Gedung Merah Putih KPK beberapa waktu lalu.
“Kemarin kita sudah ada deklarasi peran serta difabel untuk antikorupsi. Nanti akan ada tindak lanjutnya. Insyaallah, ke depan, akan ada program-program antikorupsi yang diperluas ke difabel,” pungkas Aida.
Baca Juga: Edukasi Antikorupsi KPK Bakal Sasar Pendidikan Informal
Menanggapi aksesibilitas pendidikan antikorupsi di bus KPK belum ramah difabel, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana berjanji akan memfasilitasi sahabat tunarungu.
“Di Bandar Lampung ternyata cukup banyak (tunarungu). Mungkin nanti kita ada satu lokal khusus disabilitas untuk tunarungu ini. Tolong dicatat Pak Sekda,” kata Eva Dwiana didampingi Pj Sekda Kota Bandar Lampung, Sukarma Wijaya, dan Aida Ratna Zulaiha.
“Jadi di situ mereka bermain, bercerita, dan memberikan masukan yang terbaik bagi pemerintah. Pemkot Bandar Lampung akan memberikan support bagi seluruh masyarakat,” lanjut Eva Dwiana.






