Padahal jumlah KUR yang diterima Sumsel lebih sedikit dari Lampung. Sementara kontribusi Bank Lampung dalam penyaluran KUR di Lampung hanya di kisaran 3-4 persen saja dari total dana KUR yang disalurkan.
“Saya memperoleh info yang tentu masih perlu diverifikasi lagi bahwa dua tahun terakhir nilai penyaluran kredit nasabah di Bank Lampung hanya kisaran lima ratusan miliar,” jelas dia.
“Jika dibagi dengan 36 cabang selama 24 bulan, itu berarti rata-rata satu cabangnya hanya memberikan kredit kepada nasabah sekitar lima sampai enam ratus juta perbulan,” kata dia
“Kalau benar hanya segitu maka kinerja Bank Lampung masih sama seperti BPR konvensional,” sindir dia.
Ditambah lagi beberapa tahun terakhir, sejumlah direksi Bank Lampung mengundurkan diri, seperti yang terakhir Direktur Operasional PT Bank Lampung Fahmi Ridho resmi mengundurkan diri pada 16 April 2022.
“Pengunduran diri sejumlah direksi itu menjadi pertanyaan besar, apakah memang secara teknis perbankan tantangan pekerjaan di internal Bank Lampung dirasakan terlalu berat oleh mereka,” jelas dia.
“Atau lebih karena faktor non teknis perbankan terkait suasana lingkungan kerja yang berada di bawah naungan Pemprov Lampung dirasakan tidak sehat sehingga mereka memilih mundur daripada meneruskan,” jelasnya.
Oleh karena itu, Gubernur Arinal disarankan menahan keinginannya menambah BUMD-BUMD baru jika yang sudah ada belum bisa dibenahi.
“Tunjukkan dulu kepada publik bukti nyata bahwa Gubernur Arinal telah mampu membuat BUMD-BUMD itu tidak lagi bergantung kepada penyertaan dan tambahan modal dari APBD,” kata dia.
Baca Juga : Nizwar Affandi: APBD Lampung Diduga Ada Kebocoran
“Perlihatkan dengan jelas bahwa ia telah berhasil membuat BUMD-BUMD memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Penuhi dulu poin ke-7 dari 33 Janji Kerja yang beliau janjikan,” ucap dia.
“Bahwa BUMD-BUMD akan difungsikan menangani komoditas-komoditas strategis bidang pertanian untuk menjamin kepastian pasar,” kata dia.
“Saya khawatir alih-alih membaik, kondisi BUMD-BUMD justru kian memburuk selama tiga tahun kepemimpinan Gubernur Arinal, kecuali jika beliau dapat menyajikan data yang membantahnya,” tutup Affan.






