Bawa Ring ke Tengah Mal, Gebrakan Siger Slam 2026 Bikin KONI Lampung Angkat Topi

Bawa Ring ke Tengah Mal, Gebrakan Siger Slam 2026 Bikin KONI Lampung Angkat Topi
Turnamen basket QRIS 3x3 Siger Slam 2026 resmi dibuka di Mall Chandra Bandar Lampung, menyuguhkan aksi seru dan edukasi digital. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Penyelenggaraan turnamen basket QRIS 3×3 Siger Slam 2026 di pusat perbelanjaan Bandar Lampung, Jumat, 14 Agustus 2026, mendapat apresiasi khusus dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung.

Langkah menempatkan arena pertandingan di dalam mal dinilai sangat efektif merangkul atensi masyarakat.

Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, memandang konsep ruang publik memberi keuntungan ganda.

Pengunjung mal kini punya akses langsung untuk menikmati jalannya laga tanpa harus repot menyambangi gelanggang olahraga khusus.

“Olahraga yang digelar di ruang publik seperti ini membuat masyarakat lebih dekat dan mudah menyaksikan kegiatan olahraga,” kata Taufik.

Ia berharap format serupa terus dipertahankan bahkan diperluas.

Bagi Taufik, acara yang sukses mengumpulkan 108 tim basket mampu berfungsi sebagai sarana promosi cabang olahraga sekaligus ruang pembinaan atlet usia dini.

Kehadiran ratusan pebasket yang memadati area mal merupakan bagian dari rangkaian Siger Fest 2026.

Hajatan besar garapan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung sengaja mengawinkan adu ketangkasan fisik dengan kampanye literasi keuangan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Alex Kurniawan, memastikan agenda utama panitia tidak sekadar mencari juara.

BI membidik demografi penonton basket untuk disosialisasikan tentang sistem transaksi kekinian.

“Kompetisi juga menjadi media edukasi untuk memperkenalkan kemudahan dan keamanan pembayaran digital, khususnya kepada generasi muda,” ujarnya.

Langkah BI menggabungkan olahraga dan teknologi pembayaran mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Lampung, Meiry Harika Sari, menyebut pendekatan silang sektor sangat pas diterapkan menjawab tantangan era digital.

Di luar urusan perbankan, Meiry tetap mewajibkan seluruh tim bermain bersih dan menghormati keputusan wasit. Mental bertanding tetap menjadi prioritas utama.

“Junjung sportivitas, fair play, persahabatan, dan semangat kebersamaan selama kompetisi berlangsung,” kata Meiry.