Niat Hati Cuma Try Out, 5 Pendekar Lampung Malah Ngamuk Bawa Pulang Gelar Juara Umum dari Banten

Niat Hati Cuma Try Out, 5 Pendekar Lampung Malah Ngamuk Bawa Pulang Gelar Juara Umum dari Banten
Atlet dan jajaran pelatih IPSI Lampung merayakan keberhasilan merengkuh gelar Juara Umum pada Banten Open Championship 2026 berkat torehan fantastis empat medali emas dan satu perak. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Lima pesilat asal Lampung membalikkan ekspektasi pelatih saat turun bertanding di Banten Open Championship 2026.

Berangkat sekadar untuk mengukur kemampuan lewat uji coba, delegasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Lampung justru merebut predikat Juara Umum.

Efektivitas pukulan dan bantingan para atlet terlihat dari rasio kemenangan yang menyentuh angka absolut.

Seluruh wakil yang berangkat pulang membawa kepingan medali.

Empat emas lahir dari ketangguhan M. Wildan pada Kelas E Putra, Riski Enjel Pinata (Kelas A Putri), Siti Nur Afifah (Kelas B Putri), serta Salwa Naila (Kelas C Putri).

Ahmad Nur Sholeh menggenapi perolehan lewat satu medali perak dari Kelas B Putra.

Penguasaan matras Banten makin lengkap setelah panitia menobatkan M. Wildan dan Riski Enjel Pinata sebagai Atlet Terbaik.

Keduanya tampil dominan dan sangat menjunjung sportivitas sepanjang jalannya kompetisi.

Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, melihat capaian para pesilat sebagai bukti nyata berjalannya program pembinaan daerah.

Ia menyoroti keberhasilan kontingen menyapu bersih medali walau datang dengan kekuatan minimalis.

“Tentu menjadi kebanggaan bagi Provinsi Lampung di kancah nasional.

“Kita bisa membuktikan bahwa pesilat daerah mampu menunjukkan performa maksimal lewat raihan empat emas dan satu perak,” tutur Riagus, Minggu, 3 Mei 2026.

Meski sukses memboyong banyak gelar, tim pelatih menolak larut dalam perayaan.

Pelatih sekaligus Binpres IPSI Lampung, Rafiqa Heryas yang meracik strategi bersama Andre Eka Putra menegaskan sasaran utama keberangkatan mereka murni untuk menggembleng mental bertanding, bukan memburu piala.

“Kejuaraan Banten Open murni menjadi ajang try out. Tujuannya agar pesilat terus memelihara semangat kompetisi dan pantang merasa puas.

“Mereka harus berlatih lebih keras karena tantangan di depan pastinya jauh lebih berat,” tegas Rafiqa.

Selepas turnamen usai, ia memastikan seluruh atlet akan langsung kembali ke pusat pelatihan.

Rombongan dilarang bersantai guna menjaga kebugaran jelang kalender kejuaraan level nasional tingkat lanjut.