Kirka – Ansyori Sabak resmi memegang komando Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lampung Utara untuk periode 2026–2030.
Di balik terpilihnya nakhoda baru ini, Pemerintah Kabupaten langsung menyodorkan tantangan berat, tak lain hentikan mental ketergantungan mutlak pada dana hibah daerah.
Pesan itu dilontarkan Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, saat membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) XI di Gedung Korpri, Kotabumi, Selasa, 10 Februari 2026.
Meski mengakui KONI sebagai mitra strategis, Romli tak ingin keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dijadikan kambing hitam atas stagnasi prestasi.
“Kita harus realistis, dana hibah tidak akan pernah cukup menutupi semua kebutuhan. Jika hanya menunggu kucuran dana itu, olahraga kita akan jalan di tempat,” cetus Romli.
Romli menuntut kepengurusan anyar agar lebih lincah bermanuver.
Ia mendorong KONI untuk menjemput bola, menggandeng pihak swasta, dan menciptakan inovasi pendanaan yang sah.
Baginya, keterbatasan finansial justru harus dijawab dengan kreativitas, bukan keluhan.
“Jangan patah semangat. Selama kita satu frekuensi, keterbatasan anggaran bisa diakali dengan terobosan baru. Bangkitkan lagi kejayaan olahraga Lampura,” tambahnya.
Di sisi lain, Musorkab yang berlangsung sejak pukul 09.15 WIB ini berjalan dinamis dengan pengawalan langsung KONI Provinsi Lampung.
Wakil Ketua Umum I KONI Lampung, Margono Tarmudji, hadir langsung mewakili Ketua Umum Taufik Hidayat.
Margono menekankan bahwa suksesi kepemimpinan bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan pertaruhan gengsi daerah di kancah provinsi hingga nasional.
Ia mengingatkan Ansyori Sabak bahwa tugas utamanya adalah mencetak atlet, bukan sekadar mengurus administrasi.
“Pesan Pak Ketum jelas, daerah adalah ujung tombak pembinaan.
“Kami harap ketua terpilih mampu merangkul seluruh elemen cabang olahraga (Cabor) untuk melahirkan prestasi nyata,” ujar Margono didampingi jajaran pengurus provinsi lainnya, termasuk Nazwar Basyuni dan Sri Sulastuti.
Merespons ekspektasi tinggi tersebut, Ansyori Sabak menyatakan kesiapannya.
Usai terpilih, ia menegaskan langkah perdananya adalah melakukan konsolidasi total.
Ia menyadari, tanpa harmonisasi antara induk organisasi dan pengurus Cabor, target prestasi mustahil dikejar.
“Amanah ini berat, tapi saya siap. Fokus awal adalah menyamakan persepsi dengan teman-teman Cabor dan menjalankan instruksi Wabup serta KONI Provinsi,” kata Ansyori singkat.
Sekadar informasi, selain menetapkan ketua baru, Musorkab XI yang dihadiri jajaran Forkopimda mulai dari Kapolres hingga perwakilan Kejaksaan Negeri ini juga menjadi ajang evaluasi kinerja pengurus lama demi memetakan proyeksi olahraga Lampung Utara 5 tahun ke depan.






