Sosok  

Erwin Moeslimin Singajuru Ingatkan Effendi Simbolon

Erwin Moeslimin Singajuru Ingatkan Effendi Simbolon
Erwin Moeslimin Singajuru. Foto: Istimewa

KIRKA – Politisi senior PDI Perjuangan Erwin Moeslimin Singajuru ingatkan Effendi Simbolon agar tidak lagi menghina TNI.

Anggota DPR RI 2014 – 2019 ini meminta rekan satu partainya itu tidak mengulangi pernyataannya yang menyebut TNI seperti gerombolan dan melebihi organisasi masyarakat.

“Okelah dia minta maaf, tentu dimaafkan karena bangsa ini bangsa pemaaf. Dan dalam Islam salah satu ciri-ciri orang taqwa itu memaafkan kesalahan orang lain. Dia juga jangan mengulangi,” ujar Erwin Moeslimin Singajuru, Rabu, 14 September 2022.

Baca Juga: DAMAR Lampung Merespon Laporan AS Soal Indonesia Negara Tujuan TPPO 

Menurut dia, Effendi Simbolon termasuk beruntung karena bergerak cepat dengan meminta maaf kepada TNI atas pernyataannya tersebut.

“Jika tidak, eskalasi kemarahan dan kemurkaan prajurit TNI akan semakin tinggi walaupun dia anggota Komisi I DPR RI,” kata Erwin.

Pernyataan Effendi Simbolon, lanjut dia, sangat tidak tepat dan terkesan memprovokasi.

“Gerombolan itu kata yang sangat tidak tepat, banyak bahasa yang menjunjung tinggi etika, kemuka kan secara beradab, jangan terkesan seperti orang tidak terdidik apalagi terkesan provokator. Justru berbahaya bagi kesatuan bangsa,” jelas dia.

Erwin Moeslimin Singajuru berharap Effendi Simbolon sebagai anggota DPR RI tidak asal berpendapat dalam forum terbuka. 

“Jangan karena sebagai Wakil Rakyat bisa seenaknya menyampaikan pendapat seperti yang disampaikan dalam rapat di DPR,” kata dia.

Meskipun anggota parlemen memiliki hak imunitas atau kebal hukum, lanjut Erwin, dalam menyampaikan pendapat hendaknya memakai kosa kata yang baik.

“Itu sensitif. Apalagi anggota dewan terhormat kalau punya niat baik sampaikan dengan cara-cara baik dan terhormat. Kan begitu,” ujar dia.

Sebagai Wakil Rakyat seyogyanya dia menjadi teladan dan memberikan contoh bagi anggota DPR lainnya.

Erwin Moeslimin Singajuru ingatkan Effendi Simbolon untuk memedomani TAP MPR RI Nomor VI Tahun 2021 tentang Etika Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

“Katanya mau revolusi mental. Ungkapan kata-kata itu juga harus mencerminkan akhlak yang baik, kan gitu. Revolusi mental itu kan revolusi akhlak,” pungkas dia.