KIRKA – Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Lampung, Yushardi, mengatakan amplop kiai Suharso Monoarfa bikin kader PPP Lampung gonjang-ganjing.
“Soal PPP di pusat ini gonjang-ganjing sampai ke daerah. Sudah tidak bisa lagi terbendung. Sampai ke Jambi,” ujar Yushardi dalam pertemuan Keluarga Besar PPP Lampung bersama Sandiaga Uno di RM Begadang Resto Kupang Kota, Telukbetung Utara, Bandar Lampung, Sabtu, 27 Agustus 2022.
Baca Juga: Sandiaga Uno Serap Aspirasi Keluarga Besar PPP Lampung
Dia mengaku baru saja melakukan perjalanan ke Jambi dan kembali lagi ke Lampung khusus untuk menyampaikan permohonan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.
“Saya berkeinginan Pak Menteri menjadi Ketua Umum PPP. Kalau Pak Sandi jadi Ketua Umum, kami siap turun tangan,” tegas Yushardi.
Diketahui, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani telah menyampaikan permohonan maaf kepada para kiai terkait pernyataan Ketua Umum Suharso Monoarfa.
Permohonan maaf ini terkait dengan pidato Suharso pada pembekalan antikorupsi di KPK terkait saat dirinya menjabat Plt Ketua Umum PPP.
Ketika ke pondok pesantren (ponpes) meminta doa para kiai, Suharso diminta untuk memberikan titipan.
Kader PPP Lampung mendesak Sandiaga Uno menggantikan posisi Suharso Monoarfa sebagai Ketua Umum PPP.
Pernyataan amplop Kiai Suharso Monoarfa dinilai telah membuat guncangan keras di tubuh PPP, dari tingkat pusat hingga ke daerah.
“Saya siap turun tangan. Mau dicopot gak apa-apa sebagai Wakil Ketua. Pokoknya Pak Menteri jadi Ketua Umum PPP,” tegas Yushardi lagi.
“Ini ada Ketua DPW sekarang, ada Ketua Dewan Pertimbangan, ada semua kader PPP Lampung,” lanjut dia.
Desakan serupa disampaikan oleh Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah Lampung, Wani.
Bahkan dia mendorong Sandiaga Uno maju pada Pilpres 2024.
“Cobalah Bapak sekarang mandiri, terserah mau RI-1 atau RI-2, yang penting masuk di sana. Artinya kesempatan ada, peluang ada. Gak perlu lagi kita pikir malu-malu,” ujar dia.
Pria asal Tanggamus ini berharap Sandiaga Uno bisa menjadi solusi terhadap pembangunan di Lampung.
Mulai dari proyek Pelabuhan Maritim Tanggamus, pengelolaan daerah pesisir sebagai destinasi wisata, hingga pabrik pengolahan kopi untuk ekspor.
Menanggapi permintaan tersebut, Sandiaga Uno menilai persoalan amplop kiai Suharso Monoarfa adalah masalah internal PPP.
“Saya sendiri tidak bisa ikut ke dalam masalah internal PPP. Karena tugas saya adalah di kementerian khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar dia.
Menurut dia, dinamika yang berkembang di tubuh PPP terkait amplop kiai harus segera diselesaikan agar tidak melebar dan menimbulkan gonjang-ganjing di DPW PPP Lampung maupun daerah lainnya.
“Jangan sampai melebar. Apalagi memasuki Pemilu 2024. Dicari solusinya. Tapi saya sudah sampaikan tadi, Ketua Umum itu adalah paman saya sendiri. Kalau saya wajib mendukung beliau untuk bisa mengatasi krisis internal ini,” kata Sandiaga Uno.






