KIRKA – Wartawan yang merdeka oleh Mahmud Marhaba, sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Jurnalis Siber.
Baca Juga: PJS Apresiasi Komitmen Dewan Pers Membela Semua Wartawan
Rasanya sangat janggal ketika mendengar jika ada sekelompok Wartawan baru merasakan kemerdekaannya. Ini bukan soal kemerdekaan dalam hal mengungkapkan pikiran ataupun gagasan yang dituangkan dalam sebuah tulisan, tetapi lebih kepada menikmati arti kompetensi wartawan yang merupakan program Dewan Pers.
PJS merupakan organisasi wartawan yang baru didirikan tahun ini. PJS lahir dari sebuah gagasan besar untuk merangkul para wartawan yang berada diluar organisasi sejenis untuk di didik dan di latih menjadi wartawan kompeten dan professional.
Terlebih bagi Wartawan yang selama ini diberi stempel Wartawan KJ, Wartawan bodrex dan Wartawan abal-abal. Visi ini kemudian ditangkap oleh setiap Wartawan di daerah, mereka menyadari bahwa selama ini sulit menjadi anggota pada sebuah organisasi sejenis.
Baca Juga: Konsolidasi PJS Gelombang I Sukses Digelar
Berbagai persyaratan yang ketat harus dilalui, apalagi untuk menjadi Wartawan kompeten harus menunggu antre panjang. Sementara Dewan Pers memiliki target di tahun ini akan banyak wartawan kompeten lahir dengan melakukan Uji Kompetensi Wartawan secara gratis.
Ini merupakan tahun ketiga Dewan Pers melaksanakan kegiatan ini (Kompetensi Wartawan), dengan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah melalui kucuran dana untuk pengembangan sumber daya Wartawan.
Pertanyaannya apakah di PJS tidak menerapkan aturan yang ketat untuk menjadikan Wartawan kompeten. Semua ini berangkat dari visi PJS itu sendiri yakni Terwujudnya Wartawan berintegritas kompeten dan profesional.
Pendiri PJS melihat bahwa selama ini Wartawan tidak menyadari jika undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, pasal 7 ayat 1 mengatakan jika Wartawan bebas memilih organisasi Wartawan.
Baca Juga: Perhimpunan Jurnalis Siber Konsolidasi di Sumatera Selatan
Mereka tidak menyadari jika ini adalah perintah Undang-undang dimana setiap Wartawan harus berada dalam sebuah organisasi Wartawan. Padahal pekerjaan Wartawan rawan dengan jeratan hukum lainnya seperti Undang-undang ITE atau Undang-undang perlindungan anak, serta peraturan tentang Pers.
Kehadiran PJS mendapat tempat dihati para Wartawan yang belum tergabung pada organisasi sejenis, mereka berkomitmen berada dalam wadah PJS untuk menjadi Wartawan kompeten dan professional.
Apalagi tujuan PJS sejalan dan mendukung program Dewan Pers, untuk menjadikan mereka kompeten melalui lembaga uji UKW dibawah naungan dewan pers.
Melalui visi itu, PJS yang baru seumur jagung ini telah berada di 23 provinsi,
Dari kunjungan konsolidasi pengurus DPP PJS di beberapa daerah terungkap jika Wartawan yang ingin bergabung dengan PJS menghendaki agar ada kesetaraan diantara sesama Wartawan.
Mereka mendesak agar pengurus DPP PJS, segera menggelar UKW seperti yang dilakukan oleh organisasi lain yang selaras dengan tujuan dan cita-cita dewan pers.
Di organisasi PJS inilah Wartawan yang selama ini terabaikan, yang dianggap sebagai Wartawan kelas bawah, yang dijuluki Wartawan abal-abal menemukan arti ‘Kemerdekaan Wartawan’ yang sesunguhnya.
Pendirian PJS di tanah air tidak semulus yang dipikirkan oleh kita semua, berbagai tantangan dialami oleh wartawan di daerah. Mereka mengalami tekanan dari pihak lain untuk tidak bergabung dengan PJS.
Bahkan ada organisasi Perusahan Pers mengimbau kepada anggotanya untuk tidak berada pada organisasi ini, padahal antara organisasi perusahan Pers dan organisasi profesi Pers seperti PJS sangat berbeda platformnya.
Organisasi perusahan Pers anggotanya adalah para pemilik Perusahan Pers, sementara organisasi profesi Pers anggotanya adalah para Wartawan.
Di hari kemerdekaan ini atas nama pengurus DPP PJS saya mengucapkan selamat menikmati kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, semoga Wartawan Indonesia pada umumnya dan wartawan yang tergabung di PJS menikmati kemerdekaan sebagai Wartawan kompeten dan professional.
Baca Juga: Perhimpunan Jurnalis Siber Lampung Resmi Dibentuk
Kiranya kita semua diberikan hikmah dan kemampuan dalam menjalankan rutinitas aktifitas sebagai wartawan yang baik.
(Rilis)






