Menu
Precision, Actual & Factual

Polda Lampung Hormati Vonis Hakim Praperadilan, Bila Memungkinkan Polda akan Tersangkakan kembali Engsit

  • Bagikan
Dirkrimsus Polda Lampung Kombes Pol Mestron Siboro. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung memberikan tanggapan terkait keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang yang mengabulkan permohonan pra peradilan pembatalan status tersangka Hengky Widodo alias Engsit Selaku Komisaris Utama PT Usaha Remaja Mandiri (URM).

Kepada KIRKA.CO Kombes Pol Mestron Siboro mengatakan sangat menghormati keputusan Majelis Hakim yang dalam hal ini dipimpin oleh Jhony Butar Butar.

“Proses penyidikan tidak ada yg kurang atau salah, semua on the track. Tapi Hakim menilai lain, dan itu wewenang Hakim,” katanya Kamis 27 Mei 2021.

Menurutnya, Gugatan Engsit yang diterima Majelis Hakim, tidak menggugurkan apapun dalam penyidikan perkaranya. “Yang jelas, kerugian negara harus dan wajib dikembalikan Engsit melalui perkara tipikor ini,” terang perwira berpangkat melati tiga ini.

Mantan Direktur Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara ini juga mengatakan jika Majelis Hakim punya kewenangan, maka pihaknya juga punya kewenangan di ranah sendiri (Penyidikan).

“Kalau memungkinkan, hari ini juga kita tetapkan kembali Engsit sebagai tersangka,” tegasnya.

Dalam perjalanan kasus ini, selain Engsit penyidik Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Lampung turut menetapkan 4 orang lainnya menjadi tersangka. Ke 4 orang tersebut yakni Bambang Wahyu Utomo selaku Direktur, Bambang Hariadi Wikanta selaku Pengawas proyek, Sahroni dan Rukun Sitepu dari Direktotat Bina Marga Kemen PUPR.

Selain para tersangka, Polisi jug telah menyita uang tunai sebesar Rp10 miliar dan Rp100 juta dari tersangka sebagai bentuk pengembalian kerugian negara. Penyidik juga masih menunggu audit kerugian negara dari BPK RI, namun kerugian dari proyek jalan nasional tersebut ditaksir mencapai Rp65 miliar.

  • Bagikan