Penumpang Melonjak, KAI Pindahkan 25 Armada Kereta ke Lampung dan Sumsel

Penumpang Melonjak, KAI Pindahkan 25 Armada Kereta ke Lampung dan Sumsel
Penguatan layanan KA Kuala Stabas dan Rajabasa dengan penambahan 25 gerbong baru, pastikan mobilitas Sumsel-Lampung makin optimal. Foto: Arsip KAI/Kirka/I

Kirka – Tingginya angka pergerakan antar kota di Sumatera Bagian Selatan mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil langkah cepat.

Sebanyak 25 unit sarana kereta dari Daop 1 Jakarta ditarik untuk memperkuat kapasitas operasional di wilayah Divre IV Tanjungkarang dan Sumbagsel.

Kebijakan tersebut merupakan respons langsung atas lonjakan volume penumpang yang terus menguat sepanjang paruh pertama 2026.

Moda transportasi kereta api terbukti makin diandalkan publik sebagai urat nadi mobilitas karena menawarkan kepastian waktu tempuh.

Urgensi penambahan sarana dibenarkan oleh Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.

Ia menegaskan, penguatan armada di lintas Sumatra wajib dilakukan guna menjaga standar pelayanan tetap prima.

“Kesiapan sarana harus dieksekusi bertahap agar kapasitas layanan dan keandalan operasional tidak kedodoran saat menghadapi mobilitas masyarakat di Lampung dan Sumatra Selatan yang terus meningkat,” tegas Anne, dikutip pada Rabu, 27 Mei 2026.

Pernyataan tersebut berlandaskan catatan caturwulan pertama, tepatnya pada periode Januari hingga April 2026.

Grafik keterisian kursi di Divre III Palembang maupun Divre IV Tanjungkarang secara konsisten bergerak naik.

Geliat penumpang sangat terlihat pada layanan KA Rajabasa.

Rute antar kota tersebut sukses mengangkut 301.658 orang, melompat 32,92 persen dibandingkan capaian 226.946 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan positif serupa dicatatkan KA Kuala Stabas yang berhasil melayani 246.555 pelanggan, bertambah dari angka 237.761 orang di tahun sebelumnya.

Fakta lapangan membuktikan masyarakat makin condong memilih transportasi massal berkapasitas angkut besar.

Guna menambal jadwal operasional yang makin padat, puluhan armada yang digeser mencakup kereta kelas ekonomi (K3), kereta makan (M1), serta kereta pembangkit (P).

Pengiriman sarana membutuhkan pemetaan logistik yang terukur dan dikerjakan secara bergelombang sepanjang Mei hingga Juni 2026.

Rangkaian armada bermula dari proses muat (loading) di Jakarta International Container Terminal (JICT), menyeberangi perairan Selat Sunda, hingga akhirnya disiagakan di wilayah Rajabasa.

“Penambahan armada sudah disinkronisasi dengan jalur distribusi.

“Kami terus memantau dinamika di setiap daerah, agar kapasitas layanan di Sumatera benar-benar siap mengimbangi pertumbuhan pelanggan yang terus bergerak positif,” tutup Anne.