Kirka – Urusan administrasi rupanya bukan halangan bagi Pengurus Provinsi Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Lampung untuk tancap gas.
Meski Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2026–2030 masih digodok di pusat, ALTI Lampung memilih jemput bola merancang strategi pembinaan atlet bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung guna menyongsong PON 2032.
Langkah proaktif ini terlihat saat Ketua ALTI Lampung, Haryanto Nehemia, bersama Sekretaris Umum Purwanto menemui jajaran teras KONI Provinsi Lampung pada Selasa, 26 Mei 2026.
Kedatangan pengurus ALTI tersebut disambut langsung oleh Ketua KONI Provinsi Lampung Taufik Hidayat, yang didampingi Wakil Ketua IV Achmad Chrisna Putra dan Wakabid Binpres Dr. Suhaimi (Emik).
Dalam pertemuan itu, Haryanto menegaskan bahwa mesin organisasi di daerah harus tetap menyala.
Ia memaparkan rencana strategis ALTI yang tengah menyiapkan sejumlah agenda kejuaraan daerah (Kejurda) sebagai arena unjuk gigi sekaligus pencarian bakat.
“ALTI siap melaksanakan pembinaan atlet lari trail dan menyiapkan event-event kejurda sebagai wadah pembinaan dan pencarian atlet potensial,” ujar Haryanto.
Tak berhenti pada gelaran kompetisi, Haryanto juga menyiapkan kerangka ekspansi organisasi.
Segera setelah SK dari Pengurus Besar (PB) ALTI resmi diterbitkan, fokus utama akan diarahkan pada pembentukan kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota.
Jaringan di daerah ini diyakini menjadi kunci untuk menjaring pelari-pelari tangguh hingga ke pelosok.
Manuver cepat ALTI ini langsung mendapat lampu hijau dari KONI.
Taufik Hidayat menilai, pola pembinaan yang berjenjang dan tak menunda waktu adalah kunci sukses olahraga daerah.
Menurut Taufik, Lampung saat ini tengah mengonsolidasikan seluruh kekuatan cabang olahraga demi mengejar target besar sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2032 mendatang. Persiapan yang matang sejak dini mutlak diperlukan.
“ALTI harus mulai melakukan pembinaan atlet jangka panjang.
“Persiapan menuju Lampung sebagai tuan rumah PON 2032 harus dimulai dari sekarang agar melahirkan atlet-atlet yang mampu berprestasi di tingkat nasional,” tegas Taufik.
Pesan dari otoritas tertinggi olahraga di Lampung itu praktis menjadi pelecut bagi ALTI.
Kini, bola ada di tangan Haryanto dan jajarannya. Sembari menanti legalitas SK dari pusat turun, kalender Kejurda lari trail harus segera dikunci.






