KIRKA – Nilai Tukar Petani Lampung mengalami tren penurunan selama dua bulan berturut-turut, April dan Mei 2022.
BPS Lampung merilis Nilai Tukar Petani turun sebesar 104,66 atau 2,74 persen pada bulan Mei 2022 dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga : BPS Sebut Penduduk Miskin Lampung Meningkat di 2021
Sementara Nilai Tukar Petani Lampung pada bulan April 2022 juga turun sebesar 107,61 atau 0,76 persen.
“Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami kenaikan sebesar 0,72 persen sedangkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) justru turun 2,04 persen,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Endang Retno Sri Subiyandani, dalam keterangannya pada Kamis, 2 Juni 2022.
Nilai Tukar Petani Lampung pada Mei 2022 untuk masing-masing subsektor tercatat Subsektor Padi & Palawija (NTP-P) (94,20), Hortikultura (NTP-H) (101,93), Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr) (117,37), Peternakan (NTP-Pt) (104,07), Perikanan Tangkap (110,60), dan Perikanan Budidaya (99,72).
“NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat merupakan NTP tertinggi,” kata Endang.
Selain itu, lanjut dia dalam keterangannya, pada Mei 2022 juga terjadi peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Provinsi Lampung sebesar 0,90 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
“Namun Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Lampung pada Mei 2022 sebesar 106,07 atau turun 2,21 persen dibandingkan NTUP bulan April yang juga turun 0,74 persen atau sebesar 108,48,” ujar Endang.
Baca Juga : BPS: pengangguran di Lampung bukan pengangguran terdidik
Dia menjelaskan Nilai Tukar Petani merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).
“Nilai Tukar Petani Lampung menjadi indikator untuk menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi,” tutup Endang.






