Hukum  

KPK Pernah Periksa Istri Rektor Unila

KPK Pernah Periksa Istri Rektor Unila
Rektor Unila nonaktif, Karomani saat diwawancarai wartawan. Foto: Istimewa.

Adapun 10 orang saksi yang menjalani pemeriksaan pada 16 September 2022 itu ialah sebagai berikut:

1. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila, Nairobi.
2. Pembantu Rektor III Unila, Yulianto.
3. Dokter bernama Ruskandi.
4. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unila, Ida Nurhaida.
5. Pembantu Rektor II Unila, Asep Sukohar.
6. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unila, Suripto Dwi Yuwono.
7. Pegawai Honorer Unila, Fajar Mukti Putra.
8. Antonius Feri berstatus sebagai pihak swasta.
9. Henry Sutanto yang disebut berprofesi sebagai Panitia Bidang Pengelolaan.
10. Enung Juhartini seorang perawat di Puskesmas Terminal Rajabasa.

Karomani dalam daftar riwayat hidupnya diterakan sebagai alumni Universitas Padjajaran dan IKIP Bandung.

Karomani juga merupakan lulusan S1 jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari IKIP Bandung.

Kemudian, ia juga merupakan lulusan S2 jurusan Ilmu Sosial dan lulusan S3 jurusan Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjajaran.

Baca juga: Tiga Hal yang Ditelisik KPK Usai Periksa Dekan Unila Hingga Perawat

Dalam perkara ini, terungkap adanya dugaan keterlibatan Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Unila, Asep Sukohar.

Dalam daftar riwayat hidup Asep Sukohar, ia adalah lulusan S2 Kesehatan/Peminatan Farmakologi dan lulusan S3 Farmako-Onkologi dari Universitas Padjajaran.

Di perkara yang menjerat Karomani ini, Asep Sukohar mengakui perannya sebagai pengumpul uang titipan dari orangtua penitip calon mahasiswa baru Unila.

Baca juga: Kolaborasi Asep Sukohar dan Budi Sutomo di Korupsi Unila

Total uang yang ia kumpulkan dan disetorkannya kepada Karomani melalui Kepala Biro Perencanaan Umum dan Hubungan Masyarakat Unila, Budi Sutomo ialah senilai Rp 650 juta.

Asep Sukohar yang berhasil meraih Cum Laude dengan IPK 4,00 (Studi Tercepat) sebagai lulusan Doktor Farmako-Onkologi, Unpad, Bandung, 2013 itu, mengaku menggunakan Rp100 juta uang titipan dari orangtua penitip calon mahasiswa untuk keperluan Muktamar NU ke-34 di Lampung.